Blogger Widgets
News Update :

`

`
BERITA TERKINI :

Entri Populer

Siswa kelas 5 Mengenal kisah Nabi Nuh

Selasa, 27 Februari 2018

Siapa yang tak kenal dengan kisah nabi nuh as? Pasti semua pernah mendengarkan kisah nabi nuh,as. Nabi yang disebutkan sebanyak 58 kali dalam 48 ayat didalam al-qur’an, dan tentunya banyak sekali pelajaran yang dapat diambil dari kisah nabi nuh. Untuk lebih memahami kisah nabi Nuh as, bapak briliannaka rawshan fikri sebagai guru PAI memberi tugas kepada siswa kels 5 untuk menceritakan kisah nabi Nuh as yang dikemas melalui cerita berbentuk wayang orang dengan menggunakan bahan bekas pakai seperti kardus. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, kemudian siswa diberi waktu satu minggu untuk membuat properti ceritanya dan setiap kelompok wajib mempertunjukkan ceritanya didepan teman-temannya. diakhir kegiatan siswa diminta untuk mengambil hikmah yang terkandung didalam pembelajaran tersebut. Salah satu hikmah yang dapat diambil yaitu semangat berjuang nabi Nuh AS untuk tetap memegang teguh ajaran Allah dan melalui cerita nabi Nuh AS ini diharapkan pula tertanam dalam diri siswa sifat yang tekun dan pantang menyerah untuk meraih cita-cita.

Siswa Kelas 5 SD Juara Belajar Tentang Ciri Zat cair

ogyakarta, siswa kelas 5 Sd Juara Jogja melakukan pembelajaran di kolam renang Galaxy yang berlokasi di jl wonosari Jogja. Kegiatan siswa dimulai dengan mengikuti sholat dhuha, tahfidh serta pembelajaran KBM. Pada kesempatan kali ini bu khotim sebagai wali kelas 5 menyampaikan materi tentang sifat zat cair dengan cara siswa diminta untuk mengamati beberapa hal diantaranya air mancur yang di kolam yang menunjukkan zat cair mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah, bentuk kolam dikaitakan dengan sifat zat cair yaitu bentuk zat cair mengikuti tempatnya ( wadahnya) , Siswa mengamati permukaan kolam yang menunjukkan sifat zat cair permukaanya selalu mendatar, Siswa mengamati peresapan zat cair melalui rongga/celah kecil dengan cara mencelupkan ujung tisu ke air dan secara perlahan semua tisu akan basah. Siswa pun sangat antusias mengikuti kegiatan pembelajaran ini. Dengan pembelajaraan ini diharapkan siswa mampu memahami ciri zat cair dan mampu mengaplkikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Setelah pembelajaran usai siswa pun berenang dipandu dengan pelatih renang.

Siswa kelas 4 Mengenal Produksi Gerabah

Yogyakarta, Siswa - siswi kelas 4 sd juara melaksanakan kunjungan pembelajaran ke tempat produksi gerabah di daerah kasongan,kasihan,bantul. Kunjungan kali ini dilaksanakan dalam rangka pemenuhan pembelajaran bahasa jawa tentang pengenalan kerajinan seni yang ada di daerah tempat tinggalnya atau karya seni yang ada di provinsinya.Kunjungan ini tidak hanya melihat karya seni gerabah saja,namun masing-masing siswa diberi kesempatan membuat dua karya seni gerabah dari tanah liat dengan 2 teknik pembuatan yaitu cetak dan putar.Siswa sangat antusias untuk bisa menghasilkan karya yang akan diberi nama masing-masing. Harapan dari kegiatan ini,siswa mampu semakin menghargai karya seni di daerahnya serta belajar tentang semangat usaha dari para pengrajin.

Siswa kelas 2 Memasak Sayur Bayam dan Tempe Garet

Senin, 26 Februari 2018

"jangan bening" bayam....
masih dalam tema "merawat hewan dan tumbuhan", kelas 2 SD Juara Yogyakarta menterjemahkan tema ini dengan kegiatan memasak bayam dan goreng tempe "garet".
Dari sini mereka meengerti bahwa bila kita mau merawat tanaman maka banyak manfaat yang bisa didapat. Diantaranya, bisa makan sayuran yang sehat, bisa menghemat bahkan kadang bisa berbagi hasil panen dari sayuran yg kita tanam
dan....
mereka mulai bisa mandiri karena mereka sudah belajar bagaimana membuat "jangan bening" bayam dan goreng tempe.

Siswa kelas Satu Mengenal Gerak Dominan dengan Gerak Dasar Senam lantai

Yogyakarta, Siswa kelas satu Sd juara Yogyakarta melaksanakan kegiatan belajar Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan. Kali ini siswa mendapatkan materi tentang gerak dominan dengan gerak dasar senam lantai. Adapun gerakan nya meliputi roll depan, roll belakang, meroda, sikap lilin, dan kayang. Materi senam lantai bermanfaat untuk melatih kemandirian, daya juang dan keberanian, sedangkan untuk aspek fisik, meliputi keseimbangan, daya tahan otot dan kelenturan. Pada saat siswa memeperatikkan senam ini ada beberapa siswa yang tampak kesulitan melakukan gerakan tersebut hingga terjatuh. Namun meskipun begitu, keceriaan nampak terlihat di wajah para siswa kelas satu.

Siswa kelas 1 Membuat mahkota

siapa yang tak pernah melihat mahkota? pasti semua pernah melihat mahkota. Ada yang dari kertas vanila, ada yang dari kertas atsuro, ada juga yang dengan kreatifnya menggunakan bahan alam. Begitu juga dengan siswa kelas 1 SD Juara Yogyakarta, yang pekan lalu membuat mahkota dari daun. Cara membuatnya pun cukup mudah yaitu siswa diminta membawa daun dari rumah. Jenis daunnya bebas, boleh daun pisang,boleh daun sirsak serta daun yang sudah menguning pun boleh. Sesampainya disekolah daun-daun itu dirangkai menjadi mahkota. Setelah mahkota selesai dibuat, siswa pun diminta untuk memakai mahkota tersebut, kemudian siswa diminta menceritakan kembali apa yang mereka rasakan saat membuat mahkota tersebut. Kegiatan ini mendekatkan siswa untuk lebih mengenal tumbuhan, serta mengasah kreatifitas siswa untuk menciptakan permainannya sendiri dari bahan alam yang ada disekitar mereka.

Siswa kelas 2 Belajar Asmaul husna

Salah satu cara Mengenal Allah adalah dengan mengetahui dan memahami asmaul husna Allah.
Dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, Asmaul Husna diajarkan di kelas 2. Pada kesempatan ini, Guru Pai membuat permainan asmaul husna dengan sederhana.
Allah yang maha mendengar "samii'" doa kita, dalam praktiknya, Allah lah yang mengabulkan doa doa anak2 kita karena memang Allah lah yang mendengar, asal kita meminta dengan sungguh2 dan berusaha.
Siswa yang memakai topi harus menebak contoh asmaul husna yang ada di topi nya dengan bantuan teman yang memperagakan gerakan berdoa (samii'), Allah yang memberi rizki, makan, dll (rozzaaq), keselamatan (salaam), Maha Melihat (basyiir), Allah mengampuni semua dosa kita (ghoffar).

*Makna sebulir nasi*


Sebutir nasi dalam sisa makanmu, mahal sekali dia sampai disitu,..
sebutir nasi jangan kau sia-sia,karena dia datang dari sebutir padi...
begitulah bait lagu dari sebutir padi yang menceritakan tentang sebutir nasi, yang berasal dari padi yang ditanam oleh pak tani dengan bercucuran keringatnya.
Untuk memaknai tentang hal ini, maka pada tanggal 26 februari 2018 bu ranti wali kelas 4 mengajak siswa kelas 4 sd juara yogyakarta untuk mengenal apa itu nasi? Serta cara pengolahnya hingga menjadi nasi goreng. Sebelum praktik pembelajaran dimulai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dan diberi tugas membawa beras, jeruk serta perlengkapan dan peralatan untuk menanak nasi dan membuat nasi goreng. Esok harinya, setiap kelompok memperaktikkan cara menanak nasi, membuat nasi goreng dan membuat wedang jeruk. Proses menanak nasi dimulai dengan memasukkan beras terlebih dahulu kedalam ketel kemudian beras dicuci, setelah bersih beras di beri air dan dimasak dengan kompor. Sambil menunggu nasi tanak siswa pun menyiapkan bumbu untuk membuat nasi goreng dan wedang jeruk. Gelak tawa terdengar di setiap kelompok siswa yang tengah menanak nasi, yang menunjukkan bahwa siswa sangat antusias mengikuti kegiatan pembelajaran ini. Hasil masakan setiap klompok di cicipi oleh beberapa guru untuk mengukur cita rasa masakan siswa. Meskipun ada kelompok yang nasinya belum tanak, alhamdulillah setidaknya mereka telah mencoba merasakan proses pengolahannya. Pembelajaran ini dilaksanakan untuk melatih dan menyiapkan survival siswa saat jauh dari orang tua/ suatu kondisi tertentu, seperti saat mengikuti kemah, serta untuk memaknai bahwa disetiap menu yang ibu suguhkan di rumah maupun untuk bekal sekolah terdapat perjuangan di proses pembuatannya. Harapanya, siswa memiliki rasa tanggungjawab yang tinggi dan melatih kerjasama antar tim, serta yang tak kalah pentingnya lagi tumbuh rasa birrul walidain dan rasa syukur atas makanan.
*Semoga anak-anak semakin sholih dan tumbuh pada fitrahnya*

Siswa SD Juara Ikuti Lomba Jemparingan

Jemparingan merupakan salah satu seni gaya memanah kerajaan kuno di Daerah Istimewa Yogyakarta, dan sampai saat ini masih dilestarikan oleh masyarakat Yogyakarta. Kini , Jemparingan telah menjadi salah satu ekstra wajib di beberapa sekolah yang ada di Yogyakarta. Termasuk SD Juara Yaogyakarta yang memiliki ekstra Jemparingan dan sudah berjalan lebih dari dua tahun, dan untuk yang pertama kalinya pada hari Minggu, 25 Februari 2018 SD Juara mengirimkan kontingen atlit panahannya dalam acara perlombaan Panahan Tradisional Jemparingan. Acara ini di selenggarakan oleh LSBO Muhammadiyah dalam Rangka Milad SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta yang ke 83 dan diikuti oleh 40 peserta dari berbagai sekolah dasar se DIY-Jateng. Adapun kontingen Jemparingan SD Juara Yogyakarta diantaranya Ananda Daffa Raihan Arlanda kelas 4, Ananda ikhsan Dwi Setyawan kelas 4 dan Ananda Zafir Adnan Rabbani kelas 5. Dalam perlombaan ini, peserta lomba diwajibkan mengenakan pakaian tradisional Yogyakarta. Cara berlomba pun berbeda dengan cara memanah pada biasanya, jika biasanya dengan berdiri tapi pada jemparingan ini memanah sambil duduk bersila yang membentuk dua barisan menghadap ke barat dengan posisi duduk gaya mataraman. Pada perlombaan ini Ananda Daffa dan Adnan mendapatkan hadiah atau "bebungah" karena mampu mengenai sasaran di 15 babak dan di setiap babak mampu melepas 4 anak panah. Melalui Panahan ini dapat melatih kekuatan otot lengan, konsentrasi, kemandirian, daya tahan dan kesabaran siswa. Semoga ini menjadi awal yang baik bagi pasukan pemanah SD juara Yogyakarta

Longmarch Siswa kelas 4-6 SD Juara Yogyakarta

Senin, 19 Februari 2018

Longmarch merupakan salah satu agenda rutin yang dilakukan oleh SD Juara yogyakarta yang bertujuan untuk melatih siswa dalam hal kedisiplinan, daya juang, dan kerjasama, agar didalam diri setiap siswa terdapat sikap saling menghormati, saling menjaga dan saling berteloransi.Pada kesempatan longmarch kali ini diikuti oleh siswa kelas 4-6 dengan pendamping 9 guru, dan berlokasi di Kepuh Harjo Cangkringan Sleman. Siswa berangkat ke lokasi pukul 06.30 wib dan pulang pukul 15.00 wib. Adapun start dan finish dari longmarch ini di Bumi perkemahan Kleresede. Sebelum longmarch dimulai siswa dibagi menjadi beebrapa kelompok kemudian pembukaan dengan sambutan dari ibu kepala sekolah sd juara bu lilik siswati,dilanjutkan dengan makan snack bersama dan pemberangkatan siswa dari satu pos ke pos lainnya. di setiap pos siswa diberi tugas untuk menyorakkan yel-yel regu serta tes hafalan juz 30, adapun pos pertama hafalan surat Al-Bayyinah sampai surat Al-Fajr, pos kedua hafalan surat Al-Ghaasyiah sampai surat Al-Insyiqaaq, dan pos ke tiga surat Al-Muthaffifin sampai An-naba'. Kegiatan ini mengajak siswa untuk mentadaburi alam dan selalu bersyukur atas segala nikmat dan anugrah yang telah allah berikan. Melalui medan yang terjal dan melelahkan membuat siswa untuk mampu merasakan arti sebuah perjuangan dan bertahan hingga finish.

TPM Siswa Kelas 6 SD Juara Jogja

Kamis, 15 Februari 2018

alhamdulillah dipekan kedua bulan februari siswa kelas enam SD Juara Jogja telah selesai mengikuti TPM/Tes Pendalaman Materi yang diselenggarakan oleh K3S Gondokusuman. Adapun mata pelajaran yang diujikan yaitu Bahasa Indonesia, Matematika dan IPA.
TPM pada sekolah dasar ini merupakan salah satu uji coba untuk siswa sebelum mengikuti ujian sekolah yang akan diadakan pada bulan april mendatang. Selain itu melalui kegiatan TPM ini siswa diharapkan terbiasa mengerjakan berbagai jenis soal yang berbeda, agar pada saat ujian siswa tidak lagi kaget dengan soal-soal ujian sekolah.

Siswa Kelas 1 dan 4 SD juara Yogyakarta berkunjung ke Gratama Pustaka

Jumat, 09 Februari 2018


Siswa Kelas 1 dan 4 SD juara Yogyakarta berkunjung ke Gratama Pustaka

Rabu 7 februari kelas 1 dan 4 SDJuara yk berkunjung ke perpusda, disana disambut dengan sangat baik, para siswa SD juara dipandu dengan mulai dari pengenalan fasilitas hingga ruangan yang ada di gratama pustaka.

Siswa SD Juara dipandu dari lantai 2 memasuki ruang braile kusus untuk tuna netra, juga memasuki ruangan koleksi umum, kemudian anak-anak diajak ke antai bawah yang dekat dengan dunia anak, ada ruang dongeng, koleksi untuk anak, dan ruang musik disana anak-anak dikenalkan dengan berbagai alat musik dan cara menggunakannya, mereka terlihat sangat senang

Terakhir anak-anak SD juara diajak memasuki ruang koleksi buku untuk anak mereka bisa memilih buku yg mereka sukai.
Kunjungan ini memberikan referensi tempat untuk mereka kunjungi dan sebagai tempat lain untuk mencari referensi belajar mereka, harapan kedepan somoga dapat menanamkan pada mereka terhadap kecintaannya dengan buku, sehingga tergerak untuk berkunjung kembali ke perpustakaan demi menimba ilmu

Layang-Layangku Adalah Karyaku

Selasa, 06 Februari 2018

Rabu 06 feb 2018, siswa kelas tiga SD Juara Yogyakarta membuat layang-layang. Layang-layang merupakan salah satu bentuk permainan tradisional karya tanah air indonesia. Sampai saat ini layang-layang tetap membumi di jagat raya bahkan dikenal di negara asing. Permainan yang memanfaatkan kekuatan hembusan angin ini sangat disukai berbagai kalangan baik anak-anak maupun orang tua, ada yang berbentuk burung, kupu-kupu dan masih banyak lagi. Mengingat sangat pentingnya melestarikan permainan tradisional ini maka pak ali wali kelas 3 SD Juara Jogja memperkenalkan permainan layang-layang dalam pljran Seni Budaya dan Ketrampilan. Sebelum memulai pembuatan layang-layang siswa di beri instruksi, kemudian siswa mempraktikkan langsung pembuatan layang-layang.Seluruh siswa kelas 3 sangat antusias membuat layang-layang ini. Di penghujung kegitan di tutup dengan menerbangkan layang-layang di lapangan mandala krida, dan Saat diterbangkan ada beberapa layang-layang yang tidak dapat terbang. Namun sekalipun tidak dapat terbang mereka nampak terlihat ceria,karena mereka bangga layang-layang yang saat ini mereka coba terbangkan, merupakan salah satu hasil karya nyata milik mereka sendiri.

Siswa kelas 2 SD Juara Jogja Mengikuti pembelajaran Membuat Kunyit Asam

Minggu, 04 Februari 2018

Jamu merupakan minuman khas tradisional masyakarakat Indonesia. Diramu dari bahan-bahan alami dan tentunya memiliki khasiat yang baik untuk tubuh. Jamu biasanya terasa pahit sehingga perlu ditambah madu sebagai pemanis agar rasanya lebih dapat ditoleransi peminumnya, pemanis ini bisa berasal dari gula aren,gula jawa maupun dari madu.Karena jamu memiliki banyak peran dalam dunia kesehatan maka bu budi hadiastuti,S.Pd wali kelas 2 pun mengenalkan jamu sekaligus cara pembuatan jamu tradisional yang sederhana. Siswa pun sangat antusias mengikuti kegiatan ini dan Jamu kesehatan yang sederhana cara membuatnya ini ternyata begitu lezat rasanya dan juga berkhasiat.

Penerimaan Peserta Didik Baru SD Juara Yogyakarta Tahun 2018/2019

Kamis, 01 Februari 2018




SD Juara Yogyakarta Membuka Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Ajaran 2018/2019


Waktu Pendaftaran:
1-28 Februari 2018
Senin - Jumat: Pukul 08.00 - 14.00 WIB

Tempat Pendaftaran:
Kantor SD Juara Yogyakarta
Alamat: Jl. Gayam no. 9 Baciro, Gondokusuman - Yogyakarta

Syarat Pendaftaran :
*SKTM untuk masyarakat umum
*Surat keterangan/karyawan aktif dari lembaga terkait untuk amil dan fii sabilillah
*Fotokopi KTP Orang Tua/Wali
*Fotokopi Kartu Keluarga
*Fotokopi Akta kelahiran/Surat Keterangan Lahir
*Denah Menuju Rumah (Untuk keperluan Survey)
*Formulir riwayat perkembangan psikologi anak dijenjang sebelumnya(terlampir)
*Formulir isian riwayat pertanyaan orangtua (terlampir)
*Surat keterangan wafat / surat kematian ayah bagi anak yatim dan Surat kematian ayah dan ibu bagi yatim piatu
*Melampirkan fotokopi KIP,PKH,PIP,KIS bagi yang punya
*Slip Gaji(bagi yang memiliki gaji tetap)






Kegiatan Sekolah

Artikel

 

© Copyright SD JUARA YOGYAKARTA 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com | Redesign by Jendela Keluarga