Blogger Widgets
News Update :

`

`
BERITA TERKINI :

Entri Populer

Siswa Kelas 3 Berbagi Bersama Masyarakat Sekitar Sekolah

Kamis, 25 Januari 2018

Yogya, 25 januari 2018 siswa kelas 3 SD Juara mengadakan sebuah kegiatan "berbagi bersama masyarakat sekitar sekolah". Kegiatan ini merupakan salah satu project dari guru wali kelas tiga untuk menumbuhkan semangat serta kepedulian siswa terhadap orang lain yang membutuhkan. sebanyak 5 bungkus sembako yang telah disiapkan pun dibagikan oleh siswa kelas tiga seusai jam istirahat dengan didampingi oleh wali kelas mereka. diakhir kegitaan siswa dimnta kembali untuk kesekolahan serta menceritakan perasaan apa yang dirasakan setelah membagikan sembak. " saya sangat senang mengikuti kegiatan ini karena mengajarkan saya untuk berbagi dengan orang lain" kata mbk salsa salah satu siswa kelas tiga.nampaknya kegiatan ini memberikan kesan tersendiri untuk para siswa kelas tiga dan semoga menjadi barokah untuk kita semua..aamiin.

Serunya Menyablon Gelas kaca (1)

Selasa, 23 Januari 2018

Yogyakarta (19/1), siswa/i kelas 4 merasa keheranan sekaligus senang hal ini karena pada pembelajaran SBK (Sablon) mereka mempraktekkan teknik frosting/doff. Teknik frosting atau doff merupakan teknik yang digunakan untuk membuat permukaan gelas yang bening tampak bersalju (frosted). Hal ini dilakukan untuk menghasilkan sablon yang lebih menarik dan berkualitas.

Dengan menggunakan bubuk eksa yang dicampur air keras, permukaan gelas dicelupkan beberapa menit kemudian dicelupkan kedalam air bersih dua kali hal ini untuk menghilangkan efek negatif yang mungkin ditimbulkan. Setelah itu gelas siap dikeringkan. Ketika sudah kering permukaan gelas akan berubah menjadi tampak bersalju sementara ketika basah permukaan gelas akan bening. Bagi anak-anak perubahan tersebut terkesan ajaib.

Anak-anak sangat antusias mencoba setiap proses tahap pertama dalam sablon gelas bening. Apalagi mereka diizinkan untuk mencelup sendiri gelas yang telah disediakan. Harapannya sablon menjadi soft skill tambahan untuk lulusan sd juara selain melatih karakter sabar dan teliti karena bahan yang digunakan rata-rata bahan kimia yang berbaaya jika terkena anggota badan.

Anak, Gigi dan Kesehatan

Selasa, 16 Januari 2018


Dokter gigi bisa jadi dokter yang paling ditakuti oleh anak-anak. Bahkan hanya mendengar kata gigi saja insting takut anak-anak langsung bekerja. Sakitnya saat gigi dicabut selalu menjadi bayangan anak-anak sehingga merekapun enggan mendengar kata yang berkaitan dengan gigi apalagi memeriksa gigi. Namun demikian, kesadaran anak untuk menjaga kesehatan giginya juga tergolong rendah. Melihat fenomena ini, Puskesmas Gondokusuman (17/1/18) menggelar sosialisasi menggosok gigi pada anak kelas 1 di SD Juara Yogyakarta.

Untuk menarik perhatian dan minat anak, pihak puskesmas membagikan pasta gigi dan sikat yang di dalamnya terdapat mainan. Sosialisasi dikemas semenarik mungkin dengan poster dan gigi tiruan serta praktek menyikat gigi agar anak antusias dan tidak takut. Sosialisasi dimulai dengan penjelasan tentang pentingnya menyikat gigi, makanan yang dapat merusak gigi, waktu menyikat gigi dan pentingnya memeriksakan kesehatan gigi setiap enam bulan sekali.

Anak-anak mengikuti proses sosialisasi dengan semangat dan antusias terutama saat mereka diperkenankan mempraktekkan cara menyikat gigi dengan menggunakan gigi tiruan dan saat menerima pasta plus sikat giginya. Setelah dibagikan sikat dan pasta gigi, anak-anak langsung praktek menyikat gigi. Harapannya dengan adanya sosialisasi ini, anak bukan sekedar mengetahui bagaimana menyikat gigi yang benar namun juga mengetahui makanan yang baik untuk gigi dan tidak lagi takut kedokter gigi.

Contributed by RDF

Membudayakan Tertib Lalu lintas Sejak Dini

Mengawali semester baru di tahun baru (5/1/18) siswa/i SD Juara Yogyakarta kelas 3 melaksanakan fieltrip edukasi. Fieltrip yang mengambil lokasi di Taman Keselamtan Lalu Lintas ini menjadi bagian dari pengenalan dan pembelajaran keselamatan di jalan raya.

Di taman yang terletak dekat dengan terminal giwangan ini, pembelajaran keselamatan dimulai dengan teori kurang lebih 20 menit kemudian dilanjut dengan praktek. Saat praktek anak-anak beradegan seolah-olah mereka adalah pengguna jalan. Dengan menaiki sepeda maupun sekuter yang telah disediakan mereka diharuskan melintas di berbagai replika jalan yang ada di Jogja lengkap dengan lampu apil dan penunjuk lalu lintas (lalin) lainnya. Tak lupa helm turut menjadi aksesoris wajib fungsinya untuk melindungi kepala dari segala kemungkinan buruk, tutur kakak pemandu.

Didukung tempat yang asri dan kakak pemandu yang ramah, anak-anak sangat senang dan antusias sekali mengikuti semua instruksi. Tujuan fieldtrip ini adalah untuk memperkenalkan sekaligus membudayakan tentang aturan berlalu lintas di jalan raya. Hal ini penting untuk menjaga keselamatan diri dan pengguna jalan lainnya.

Contributed by RDF








Kegiatan Sekolah

Artikel

 

© Copyright SD JUARA YOGYAKARTA 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com | Redesign by Jendela Keluarga