Blogger Widgets
News Update :

`

`

Mengasah Kepekaan Rasa Melalui Puisi

Selasa, 19 Desember 2017

“Siapa yang belum pernah membaca puisi?” seisi kelas V SD Juara Yogyakarta terdiam sesaat. Kemudian mereka saling berbisik. “Pasti semua pernah membaca puisi” ucap Mbak Ana sebagai pemateri seraya membagikan Tabloid Gembira (Tabloid Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY). Sebelum materi puisi dimulai, pemateri meminta anak-anak untuk membaca puisi yang ada di tabloid tersebut selama 15 menit. Puisi-puisi yang ditulis oleh teman-teman mereka dari sekolah lain ternyata mampu memberi pemantik dan inspirasi bagi anak-anak untuk semangat membuat puisi. Materi pelatihan menulis yang dilaksanakan pada 13 Desember 2017 diisi dengan teori singkat tentang persamaan dan perbedaan puisi dan pantun serta ciri-ciri dan Cara menulis puisi modern. Materi dipilih singkat agar anak-anak memiliki waktu lebih lama untuk praktek langsung menuangkan ide yang ada di kepala mereka dalam bentuk puisi. Banyak anak-anak yang sedikit bingung sehingga pemateri terus mendengungkan kalimat “tulis sesuatu yang akrab dalam kehidupan kalian, sesuatu yang biasa kalian jumpai, misalnya sekolah, bola, game, dan buku”. Anak-anak banyak yang memilih berkonsultasi dengan pemateri terkait judul dan isi. Awalnya mereka hanya terpikirkan judul tentang ayah, ibu, dan teman. Setelah berkonsultasi dan kembali membaca puisi di Tabloid Gembira banyak dari- anak-anak yang berusaha keluar dari zona nyaman dan memilih tema yang baru meski ada beberapa yang masih menggunakan tema orang terdekat sebagai centra. Untuk memberi semangat, Bu Khotim sebagai guru kelas V turut menantang dirinya untuk mampu menghasilkan satu puisi pada kesempatan kali ini. Semangat dan antusiasme mereka dalam membuat puisi sempat membuat pemateri kewalahan karena hampir semua anak ingin berkonsultasi tentang puisi mereka. Bahkan mereka dengan senang hati merevisi puisinya berkali-kali agar apa yang mereka tulis menarik untuk dibaca dan berbentuk puisi bukan sekedar catatan. Alokasi waktu satu jam terpaksa diperlama menjadi hampir dua jam itupun masih banyak dari anak-anak yang sebenarnya belum puas karena belum sempat berkonsultasi. Sebelum kelas menulis berakhir, pemateri mengingatkan anak-anak untuk terus membaca dan belajar menulis puisi karena puisi dapat mengasah kepekaan rasa, kepedulian dan rasa kemanusian. Harapannya dengan kelas menulis anak-anak semakin gemar membaca buku-buku sastra dan mampu berkarya. sehingga kepekaan rasa, olah rasa mereka juga turut terbangun yang pada akhirnya akan membentuk mereka menjadi insan yang dapat dibanggakan dan memberi banyak manfaat kepada entitas diluar dirinya. salah satu puisi yang dihasilkan kelas menulis pada 13 Desember 2017// Mentari// Mentari....// Sinari bumi// Keringkan baju yang basah// Hangatkan tubuh yang dingin// Mentari....// Sinari hari-hariku// Terangi jalanku// Cerahkan semangat pagiku// Mentari.....// Kau inspirasiku// Kau penyemangatku// Karya: Latifa N. R.// Kelas V SD Juara Yogyakarta.
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 

© Copyright SD JUARA YOGYAKARTA 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com | Redesign by Jendela Keluarga