Blogger Widgets
News Update :

`

`
BERITA TERKINI :

Entri Populer

TEMU KANGEN ALUMNI SD JUARA YOGYAKARTA

Rabu, 27 Desember 2017


Sabtu, (23/12) menjadi hari yang membahagiakan bagi seluruh alumni SD Juara Yogyakarta. Hal ini karena pada hari itu, seluruh alumni mulai dari angkatan pertama hingga angkatan kelima bertemu dalam outbond temu kangen yang diprakasai sekolah. Kegiatan yang dipusatkan di kawasan outbond SDIT Nurul Islam tersebut berlangsung kurang lebih selama 5 jam. meski tidak dihadiri seluruh alumni yang berjumlah 112 orang, acara temu kangen tetap memberi kesan tersendiri. Banyak cerita yang dibagikan selama reuni berlangsung.

Outbond yang diisi dengan berbagai kegiatan seperti panjat dinding, trustfallnet dan berlayar menggunakan ban besar di Sungai Bedog memberi kesan yang menyenangkan. Terutama pada aksi panjat dinding yang rata-rata bagi anak-anak adalah pengalaman baru. Bahkan diantara mereka ada yang menyerah sejak awal ada juga yang meski kesulitan terus berusaha sampai puncak. Agenda reuni ditutup dengan makan bersama dan mengisi lembar komitmen untuk reuni kedepannya. Tak lupa testimoni dan foto bareng reuni perdana juga dilakukan.

Harapannya lulusan SD Juara akan tetap terhubung dan terjalin. Sehingga kedepannya kegiatan reuni dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahunnya. Kebersamaan sebagai keluarga SD Juara akan terus terikat dan terjalin erat dimanapun dan apapun yang mereka lakukan kedepannya.



Workshop Fotografi: Belajar Seni Melihat

“Siapa yang belum pernah difoto dan memfoto?” tanya bu Ika Hilal mengawali workshop fotografi yang digelar pada 19 Desember 2017 bagi guru dan karyawan SD Juara Yogyakarta. Serentak tanpa dikomando semua menggelengkan kepala. Di era penetrasi digital, foto menjadi bagian dari cara manusia menunjukkan eksistensi dirinya. Foto juga menjadi sarana cerita tanpa kata dan suara namun memiliki kedalaman makna. Karenanya foto menjadi bagian dari seni yang juga membutuhkan pemikiran, teknik dan strategi agar menghasilkan gambar yang bagus selain faktor eksternal yaitu kamera.

Pelatihan yang dilaksanakan hampir 4 jam diisi dengan teori memfoto secara umum mulai dari pengertian fotografi, angle, komposisi hingga pengaturan kamera baik itu kamera DSLR, Kamera saku (pocket) maupun kamera pada smartphone. Setelah teori didapat, peserta pelatihan langsung terjun membidikkan objek yang ada disekitar sekolahan menggunakan metode EDFAT (keseluruhan, detail, komposisi, sudut pandang, dan ketepatan waktu). Guru dan karyawan SD Juara tampak bersemangat. Mereka bergegas mencari objek dan bertanya-tanya tentang hasil jempretannya. Bahkan beberapa peserta secara langsung meminta panduan dari Bu Ika sebagai fotografer profesional. Hasilnya, ada banyak hal yang berubah setelah mereka teredukasi dibanding hasil jepretan sebelum mengikuti pelatihan.

Harapannya, semoga pelatihan ini menjadi awal positif untuk guru dan karyawan SD Juara Yogyakarta sehingga setiap momen yang perlu diabadikan tidak semata-mata sebagai bentuk eksistensi dimedia sosial. Setiap momen dan hasil cetak digitalnya memiliki seni, mengasah olah rasa, kepekaan emosi dan yang tak kalah penting mampu berfungsi sebagai cerita yang penuh makna. Pelatihan ini juga merupakan upaya SD Juara untuk mampu menghasilkan karya terbaik dalam menceritakan perjalanan SD Juara sebagai lembaga pendidikan gratis bagi mereka yang kurang dari segi ekonomi.

Mengasah Kepekaan Rasa Melalui Puisi

Selasa, 19 Desember 2017

“Siapa yang belum pernah membaca puisi?” seisi kelas V SD Juara Yogyakarta terdiam sesaat. Kemudian mereka saling berbisik. “Pasti semua pernah membaca puisi” ucap Mbak Ana sebagai pemateri seraya membagikan Tabloid Gembira (Tabloid Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY). Sebelum materi puisi dimulai, pemateri meminta anak-anak untuk membaca puisi yang ada di tabloid tersebut selama 15 menit. Puisi-puisi yang ditulis oleh teman-teman mereka dari sekolah lain ternyata mampu memberi pemantik dan inspirasi bagi anak-anak untuk semangat membuat puisi. Materi pelatihan menulis yang dilaksanakan pada 13 Desember 2017 diisi dengan teori singkat tentang persamaan dan perbedaan puisi dan pantun serta ciri-ciri dan Cara menulis puisi modern. Materi dipilih singkat agar anak-anak memiliki waktu lebih lama untuk praktek langsung menuangkan ide yang ada di kepala mereka dalam bentuk puisi. Banyak anak-anak yang sedikit bingung sehingga pemateri terus mendengungkan kalimat “tulis sesuatu yang akrab dalam kehidupan kalian, sesuatu yang biasa kalian jumpai, misalnya sekolah, bola, game, dan buku”. Anak-anak banyak yang memilih berkonsultasi dengan pemateri terkait judul dan isi. Awalnya mereka hanya terpikirkan judul tentang ayah, ibu, dan teman. Setelah berkonsultasi dan kembali membaca puisi di Tabloid Gembira banyak dari- anak-anak yang berusaha keluar dari zona nyaman dan memilih tema yang baru meski ada beberapa yang masih menggunakan tema orang terdekat sebagai centra. Untuk memberi semangat, Bu Khotim sebagai guru kelas V turut menantang dirinya untuk mampu menghasilkan satu puisi pada kesempatan kali ini. Semangat dan antusiasme mereka dalam membuat puisi sempat membuat pemateri kewalahan karena hampir semua anak ingin berkonsultasi tentang puisi mereka. Bahkan mereka dengan senang hati merevisi puisinya berkali-kali agar apa yang mereka tulis menarik untuk dibaca dan berbentuk puisi bukan sekedar catatan. Alokasi waktu satu jam terpaksa diperlama menjadi hampir dua jam itupun masih banyak dari anak-anak yang sebenarnya belum puas karena belum sempat berkonsultasi. Sebelum kelas menulis berakhir, pemateri mengingatkan anak-anak untuk terus membaca dan belajar menulis puisi karena puisi dapat mengasah kepekaan rasa, kepedulian dan rasa kemanusian. Harapannya dengan kelas menulis anak-anak semakin gemar membaca buku-buku sastra dan mampu berkarya. sehingga kepekaan rasa, olah rasa mereka juga turut terbangun yang pada akhirnya akan membentuk mereka menjadi insan yang dapat dibanggakan dan memberi banyak manfaat kepada entitas diluar dirinya. salah satu puisi yang dihasilkan kelas menulis pada 13 Desember 2017// Mentari// Mentari....// Sinari bumi// Keringkan baju yang basah// Hangatkan tubuh yang dingin// Mentari....// Sinari hari-hariku// Terangi jalanku// Cerahkan semangat pagiku// Mentari.....// Kau inspirasiku// Kau penyemangatku// Karya: Latifa N. R.// Kelas V SD Juara Yogyakarta.

Merajut Kemandirian Melalui Perkemahan

Selasa, 12 Desember 2017

Yogyakarta, (5-6/12) SD Juara Yogyakarta menggelar kegiatan kemah juara di Kwartir Daerah XII Gerakan Pramuka atau yang lebih dikenal dengan nama Bumper Babarsari. Perkemahan yang diikuti oleh siswa/i dari kelas 4, 5, dan 6 ini bertujuan untuk melatih kemandirian anak-anak serta keberanian untuk mampu bertahan hidup di alam bebas (survival). Kegiatan diawali dengan upacara pembukaan yang dipimpin langsung oleh Bu Lilik sebagai pembina upacara. Selaku kepala sekolah, Bu Lilik mengingatkan pada peserta kemah juara untuk menjaga sopan santun, bekerja sama serta memperhatikan kebersihan lingkungan perkemahan. Perkemahan yang dilaksanakan selama satu malam dua hari tersebut diisi dengan berbagai kegiatan diantarannya lomba membuat nasi goreng tanpa bumbu instan, lomba membuat dragbag, lomba hasta karya dari barang bekas, api unggun dan pentas seni, jerit malam serta jelajah alam. Yang menarik perhatian adalah ketika lomba memasak nasi goreng tanpa bumbu instan dimana mereka diharuskan menanak nasi menggunakan “kendil” dan “dandang” bukan ricekooker. Kemudian akting kesurupan kakak pembina dan beberapa guru di malam api unggun yang sempat membuat peserta kemah histeris dan ketakutan serta jerit malam yang menantang dan menguji nyali para peserta kemah juara. Kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun sekali tersebut diharapkan mampu memberi kenangan tersendiri yang akan mampu membantu anak-anak menemukan jalan yang akan mereka pilih kedepannya dan survive dijalan tersebut. Karena selama perkemahan berlangsung Anak-anak diharuskan bekerja sama dengan teman satu regunya dalam menyiapkan tenda, memasak makanan yang akan mereka makan, dan kegiatan lainnya. Orang tua maupun wali dilarang berkunjung Selama kegiatan berlangsung.

Membuat Cilok

Hari ini (12/12) menjadi hari yang membahagiakan bagi siswa/i kelas 2 SD Juara Yogyakarta. Hal ini karena mereka akan belajar membuat cilok. Anak-anak tampak sangat bersemangat membuat Jajanan yang sangat digemari hampir semua anak sekolah ini. Dibantu oleh bu guru dan beberapa orang tua siswa, anak-anak turut serta membuat cilok. Mulai dari membuat adonan yang terdiri dari tepung terigu dan tepung kanji, tak lupa bumbu bawang putih, merica, ketumbar dan garam dimasukkan. Anak-anak semakin antusias tak kala mereka mendapat giliran membentuk adonan yang sudah jadi menjadi bulat-bulat kecil. Setelah cilok dibentuk bulat-bulat dan direbus anak-anak menikmati hasil jerih payah mereka dengan suka cita. Diharapkan dengan kegiatan ini anak-anak memahami bahwa apa yang biasanya mereka dapatkan sesungguhnya hasil dari proses panjang. Mereka juga diajak untuk selalu bersyukur sehingga tidak meggampangkan banyak persoalan.

Tamanisasi di Sekolah

Tanaman kini mulai disadari banyak pihak memiliki peran yang urgen dalam menciptakan harmoni dan kesejukan. Gempita tersebut turut disadari oleh SD Juara Yogyakarta dengan berusaha menciptakan taman hijau dilahan sempit. Untuk mewujudkan hal tersebut, pada hari selasa (12/12) siswa/i kelas 3 melaksanakan perapian dan penanaman kembali taman mini SD Juara Yogyakarta. Berbekal botol bekas air mineral, anak-anak dengan semangat membuat pot gantung dan mengganti tanaman yang telah rusak. Sistem vertikultur dipilih karena ketersedian lahan yang terbatas. Berbagai jenis bunga dan tanaman palawija serta sayuran ditanam. Harapannya dengan kegiatan ini anak-anak menyadari arti penting tanaman bagi keidupan manusia dan mereka memiliki pengalaman yang dapat diterapkan di rumah dan di lingkungan masyarakat masing-masing.

Classmeeting sd juara jogja

Rabu, 06 Desember 2017

Berbagai perlombaan dan nobar (nonton bareng) dipilih guna mengisi classmeeting yang dilaksanakan setelah UAS/PAS semester ganjil ini. Kegiatan ini dimaksudkan untuk penyegaran setelah ujian semesteran sekaligus ajang penyaluran minat dan bakat serta menjalin silahturahmi antar siswa. Clasmeeting yang dilaksanaakn sejak tanggal 27 november hingga 1 desember 2017 diisi dengan berbagai kegiatan. Pada tanggal 27 November kegiatan diisi dengan nobar (nonton bareng). Film "happy wedding" dipilih sebagai film nobar karena sarat pesan moral diantarannya tentang kemandirian, perasaan saling memahami dan kasih sayang antar ibu dan anak. Hari selanjutnya dilaksanakan berbagai perlombaan yang terdiri dari lomba Adzan, mtq, kaligrafi, badminton, menggambar dan mewarnai.

PAS dimasing-masing kelas

Selasa, 28 November 2017

Penilaian pendidikan adalah hal yang sangat penting dilaksanakan dalam rangka mengetahui sejauh mana kompetesi siswa sudah tercapai bedasarkan acuan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Tahapan penilaian pendidikan dimulai dari ulangan harian, ulangan tengah semester, akhir semester, ujian sekolah dan ujian nasional. Penilaian Akhir Semester/PAS adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan semua KD pada semester tersebut. Pada semester Ganjil ini SD Juara melaksanakan PAS dimulai pada hari senin tanggal 20 November sampai hari Jumat 24 November 2017, kemudian dilanjutkan akan dilanjutkan dengan class meeting yang diisi dengan perlombaan maupun remidial bagi siswa/i yang nilai PASy di bawah standar.

Sehat dengan Imunisasi DT

SD Juara Yogyakarta melaksanakan imunisasi DT (Difteri Tetanus) untuk siswa/i kelas 1 dan 2. Imunisasi yang dilaksanakan dalam rangka memperingati BIAS (bulan imunisasi anak sekolah) yang jatuh setiap bulan September merupakan upaya preventif pemerintah untuk memperkuat anak-anak Indonesia dari bahaya bakteri difteri dan tetanus. Difteri merupakan penyakit pada selaput lendir pada hidung serta tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri. Penyakit ini dapat menimbulkan lapisan tebal berwarna abu-abu pada tenggorokan sehingga dapat membuat anak sulit makan dan bernapas. Sementara tetanus merupakan penyakit yang dapat menyebabkan kelumpuhan, kejang, serta kekakuan otot. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang masuk melalu luka. Bekerja sama dengan Puskesmas Gondokusuman, SD Juara menggelar imunisasi DT bagi anak kelas 1 dan 2 pada 24 November 2017. Hampir semua anak mendapatkan imunisasi. Untuk beberapa anak yang sakit dan tidak masuk sekolah, imunisasi akan dilaksanakan langsung di Puskesmas Gondokusuman. Anak-anak tampak antusias dan bersemangat. Hanya beberapa anak saja yang menangis dan menolak untuk disuntik. Sementara anak lainnya mengaku tidak sakit dan memberi semangat temennya yang takut disuntik. Ada juga yang awalnya pura-pura kesakitan hanya untuk menakuti temannya pada akhirnya memberi semangat temannya untuk mau disuntik. Setelah disuntik anak-anak mendapatkan susu cokelat untuk mengapresiasi mereka yang berani untuk sehat dengan di imunisasi.

Hidup Sehat Tanpa Asap Rokok

Selasa, 21 November 2017

“Siapa yang tahu ada berapa banyak kandungan zat kimia dalam rokok” tanya tim CSF (Citra Sehat Foundation) RZ pada siswa/i SD Juara Yogyakarta. Anak-anak mulai berbisik-bisik mencoba menerka-nerka. Dalam asap rokok terkandung lebih dari 4.000 zat kimia diantaranya bahan cat, pemutih, dan bahan baterai jelas tim yang dimotori oleh Bapak Alvian yang membuat anak-anak terkejut karena perkiraan mereka meleset. Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional atau yang biasa disingkat HKN, Tim CSF menjelaskan tentang bahaya dari menghisap asap rokok atau tembakau. Rokok jika tidak dihisap bukanlah barang yang berbahaya. Yang berbahaya adalah ketika rokok dihidupkan dan asapnya terhisap. Momentum peringatan HKN yang ke 53, dimanfaatkan Tim CSF RZ untuk mensosialisasikan hidup sehat tanpa asap rokok di SD Juara Yogyakarta pada tanggal 17 November 2017. Rokok dipilih karena remaja dewasa ini semakin rentan menjadi perokok aktif apalagi di lingkungan keluarga dan masyarakat mereka belum mampu terbebas dari asap rokok. Di sisi lain data statistik dari berbagai sumber menunjukkan peningkatan secara signifikan terhadap perokok aktif dikalangan anak dan remaja. Materi Sosialisasi dikemas dalam bentuk yang menarik diantaranya menampilkan beberapa iklan rokok. Membeberkan peringatan secara tersirat maupun tersurat tentang bahaya merokok yang selalu ditampilkan dalam iklan. Data statistik tentang jumlah mereka yang terpapar rokok. Bahan dan kandungan rokok hingga peragaan tentang bahaya rokok menggunakan alat sederhana berupa botol air mineral bekas yang diisi air dan didalamnya dimasukkan asap rokok kemudian asap rokok diserap dengan tisu. Hasilnya membuat anak-anak terkejut karena tisu yang semula putih ketika terkena asap rokok berubah menjadi coklat dan kemudian hitam tergantung dari seberapa banyaknya zat yang terkandung dari rokok terhisap. Sosialisasi tentang hidup sehat bebas asap rokok diakhiri dengan wawancara khusus terhadap beberapa anak kelas 5 dan 6 terutama anak laki-laki. Mereka ditanya terkait pernah tidak merokok dan berapa kali pernah melakukannya. Hasilnya, hampir semua anak-anak laki-laki yang ditanya mengaku pernah merokok meski sekali. Acara ditutup dengan menandatangani lembar komitmen untuk tidak merokok dimanapun dan kapanpun oleh siswa/i kelas 5 dan 6. Lembar komitmen yang sudah ditanda tangani oleh anak-anak akan dipajang di depan kelas dengan harapan menjadi pengingat anak-anak setiap saat ketika mereka khilaf hendak merokok.

Gurihnya Tempe, Mudah Membuatnya

Selasa, 14 November 2017

Tempe merupakan salah satu makanan berbahan kedelai yang sarat protein dengan rasa lezat dan dapat diolah menjadi berbagai masakan dan jajanan yang disukai anak-anak. Mendoan tempe. Nuget tempe, oreg tempe, stik tempe merupakan contoh olahan tempe yang disukai anak-anak. Berangkat dari hal tersebut, menjelang liburan semester gasal (13/12), siswa/i SD Juara Yogyakarta kelas 1 dan 3 mengikuti pelatihan membuat tempe. Workshop yang langsung dipandu oleh pakar tempe yang menelurkan tempe mentega berlangsung selama kurang lebih 4 jam. Anak-anak diperkenalkan bagaimana tempe dibuat mulai dari memasak kedelai, meragi atau memberi bibit jamur khusus untuk tempe (inokulum tempe) hingga membungkusnya. Untuk proses mencuci, merendam, dan memisahkan kulit ari dari biji kedelai tidak diperlihatkan karena membutuhkan waktu yang lama (12-18 jam). Anak-anak tampak antusias terutama ketika mereka diberi kesempatan untuk membungkus kedelai yang telah diragi kedalam kantong pelastik. Dalam proses pembuatan tempe, anak-anak tidak terlalu banyak berperan sebab tempe berbeda dengan tahu, cilok maupun donat yang dapat disentuh banyak tangan. Jamur tempe akan gagal berkembang jika terkena sesuatu yang asing apalagi kotor karenanya tingkat kehigienisan perlu diperhatikan untuk menghasilkan tempe yang enak dan tidak kecut. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong anak-anak untuk mengenal proses panjang pembuatan tempe sehingga anak-anak dapat bersikap sabar karena tempe jadi setelah satu hingga dua hari disimpan. lebih higienis, memperhatian apa yang dimakan, dan menghargai makanan yang tersedia.

Memperingati hari pahlawan

"Tanggal 10 november 2017 ditetapkan sebagai hari pahlawan. Hal ini dimaksudkan untuk menghargai dan mengenang jasa-jasa para pahlawan yang telah rela mempertaruhkan jiwa dan raganya untuk mempertahankan negeri ini dari penjajahan. Dalam rangka memperingati hari pahlawan 2017, SD Juara ikut serta menyemarakkan dan mengabadikan moment tersebut dengan serangkaian kegiatan. sehari sebelum hari H dan pada saat hari H. Tepatnya hari kamis tanggal 9 november 2017 dan hari jumat tanggal 10 november 2017. Hari kamis tanggal 9 november 2017 diisi dengan kegiatan bersih-bersih lingkungan sekolah, yaitu seputaran jalan gayam . hal ini dimaksudkan untuk mensyiarkan tentang pentingnya kebersihan lingkungan dan mengajak masyarakat untuk cinta kebersihan. Hal ini juga dimaksudkan ingin mengedukasi masyarakat pada umumnya dan para siswa bahwa menjadi pahlawan bukan hanya dengan berperang di medan perang, tetapi menjadi pahlawan kebersihan juga sama pentingnya. Acara dilaksanakan selama satu jam membersihkan lingkungan sekitar, dimulai pukul 07.30. anak-anak akan dibagi per area dengan bimbingan guru. Selama satu jam anak-anak akan membersihkan jalan sepanjang jalan gayam dengan peralatan yang sudah anak-anak bawa dari rumah masing-masing. Setelah itu anak-anak akan kembali ke sekolah dan melanjutkan aktivitas seperti biasanya. Hari kedua rangkaian kegiatan ini adalah hari jumat tanggal 10 november 2017, kita isi dengan berdoa dan ziarah ke makam pahlawan di jalan kusumanegara. Hal ini dimaksudkan untuk mendoakan para pahlawan yang telah gugur di medan perang demi tetap tegaknya negri ini dan mengenalkan kepada anak-anak siapa saja pahlawan-pahlawan tersebut. Anak-anak akan berangkat bersama dari sekolah dengan berjalan kaki. Setelah sebelumnya menjalankan sholat dhuha terlebih dahulu seperti biasa untuk mengawali aktivitas hari. Rangkaian kegiatan dalam rangka hari pahlawan ini akan melibatkan seluruh siswa dan guru serta karyawan. Serta di hari pertama juga melibatkan masyarakat untuk ikut serta menjaga kebersihan lingkungan . Semoga dengan serangkaian kegiatan ini, semakin menyadarkan semua pihak, baik anak-anak, guru, serta masyarakat umum bahwa dulu ada ratusan bahkan ribuan pahlawan yang rela memperjuangkan negri ini dari penjajahan asing. Sehingga dengan begitu, akan senantiasa mengingatkan kita untuk mempertahankan kemerdekaan yang telah ada dengan mengisinya dengan berbagai kegiatan bermanfaat salah satunya dengan menjaga lingkungan sekitar. Mencintai lingkungan berati kita menghargai jasa para pahlawan. Mari teruskan perjuangan para pahlawan dengan menjadi pahlawan kebersihan . "

Jumat Ceria

Selasa, 07 November 2017

Jumat ceria awal November ini (3-11-17), SD Juara Yogyakarta bersuka cita dengan bernyayi bersama. Dipandu oleh Pak Bangun anak-anak ditanyai tentang gendre lagu yang mereka sukai. Ada yang suka dangdut, rock, k-pop, dan sebagainya. Jumat ceria kali ini juga dimeriahkan dengan penampilan tiga siswa yang membawakan lagu diantaranya "pelangi dimatamu" yang dipopulerkan oleh Grub band Slank. Ada juga duet antara siswa dan Pak Billy. Acara ditutup dengan duet Pak Billy dan Pak Bangun yang mencoba menggubah lagu jogja istimewa menjadi SD Juara Istimewa.

Kegiatan Sekolah

Artikel

 

© Copyright SD JUARA YOGYAKARTA 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com | Redesign by Jendela Keluarga