Blogger Widgets
News Update :

`

`
BERITA TERKINI :

Entri Populer

SD Juara Tanamkan Nasionalisme dengan Outbond

Senin, 26 Januari 2015





Dalam rangka menanamkan sikap dan karakter cinta tanah air pada siswa sekolah dasar, SD Juara Yogyakarta mengadakan kegiatan longmarch dan outbond yang berlangsung pada hari Sabtu, 24 Januari 2015. Kegiatan ini dilaksanakan di perbukitan pantai Parangtritis dengan jarak tempuh longmarch kurang lebih 5 km.


Kegiatan longmarch dan outbond ini diikuti sebanyak 50 peserta didik yang terdiri dari kelas 5 dan kelas 6. Peserta dibagi menjadi 8 kelompok yang masing-masing anggota kelompok berjumlah 6-7 siswa. Dalam kegiatan longmarch ini peserta akan melewati beberapa pos, dengan masing-masing pos ada perlombaan outbond yang harus dilalui oleh semua peserta. Perlombaan-perlombaan outbond yang ada disetiap pos dirancang dalam rangka penanaman dan penguatan rasa nasionalisme pada diri peserta didik.

Pada kesempatan ini Bangun Setyo Nugroho, S.Pd. selaku ketua panitia mengatakan bahwa kegiatan ini akan rutin diadakan setiap tahunnya dalam rangka menanamkan, memupuk dan mengembangkan serta menguatkan beberapa hal penting untuk generasi bangsa Indonesia yang akan datang, yaitu kedisiplinan, daya juang, pengorbanan, dan rasa cinta pada Bangsa dan Negara. Selain itu dalam kegiatan ini juga bertujuan agar peserta  dapat bersahabat dengan lingkungan alam, cinta pada alam dengan tidak merusak dan mencemari lingkungan alam sekitar.

Pada sesi pemberangkatan peserta mendapatkan pembekalan langsung dari Kepala Sekolah SD Juara Yogyakarta. Dalam sambutan pembekalan Ibu Budi Hadiastuti, S.Pd. selaku Kepala Sekolah SD Juara Yogyakarta memberikan sebuah panji yang harus dijaga dan dipertahankan dari berbagai pihak yang ingin menguasai dan merebut panji Bendera Merah Putih. Lebih lanjut Ibu Budi Hadiastuti menyampaikan pesan kepada semua peserta: “Ku titipkan bangsa Indonesia ini kepada kalian, berjuanglah, berkorbanlah untuk mempertahankan bendera Merah Putih ini. Jangan tergoda dengan berbagai tawaran/buaian materi dan jangan pula takut dengan berbagai ancaman dari berbagai pihak yang menginginkan bangsa ini lemah dan hancur”.


Setelah itu masing-masing kelompok peserta berangkat longmarch. Dalam perjalanan tersebut peserta akan melewati beberapa pos dengan berbagai perlombaan outbond. Diantaranya perlombaan meniti jembatan bamboo, single trik, water transfer, dll. Ditengah-tengah perjalanan tersebut mereka dihadapkan dengan orang-orang/berbagai pihak lainnya yang ingin merebut panji bendera Merah Putih yang mereka bawa. Orang-orang tersebut akan melakukan berbagai hal untuk merebut panji Bendera Merah Putih, diantaranya dengan cara memberikan bantuan, menukarkan dengan benda lain yang berharga, membelinya dengan sejumlah uang. Dan bahkan jika berbagai cara tersebut gagal, orang-orang tersebut juga berusaha merebut Bendera Merah Putih dengan cara paksa.

Diakhir acara semua peserta dikumpulkan dan dipandu dengan Kepala Sekolah semua peserta melakukan refleksi dari kegiatan outbond dan longmarch. Dan diantara mereka ada yang mampu mempertahankan panji Bendera Merah Putih yang di amanahkan kepadanya hingga di titik finish. Namun diantara mereka ada 2 kelompok yang terlena sehingga panji bendera Merah Putih di amanahkan kepadanya hilang direbut orang lain. Hal ini menjadi pembelajaran yang sangat penting bagi anak-anak di usia sekolah dasar, tentang bagaimana mempertahankan harkat dan martabat bangsa dan Negara Indonesia. Selain itu kegiatan juga mampu menguatkan perasaan cinta tanah air, rela berkorban, semangat juang demi Bangsa dan Negara Indonesia. (By. Aris Nurkholis, M.Pd.)

OZY, SISWA ISTIMEWA SD JUARA YOGYA YANG PANDAI BETERNAK

Selasa, 06 Januari 2015



Sejak masuk SD Juara Yogyakarta, Ozy sudah menjadi salah satu titik perhatian para guru sebab Ozy istimewa. Terlahir dari keluarga sederhana, Ozy belajar banyak hal mengenai kehidupan. Di usianya yang masih belia, Ozy dipercaya ibunya untuk mengelola jualan kue. Mulai dari proses produksi, penjualan, hingga pengelolaan keuangan. Dari sanalah Ozy belajar metematika realistik, yaitu matematika yang aplikatif dan dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.

Di sekolah Ozy menjalani kehidupannya dengan wajar, selayaknya anak-anak lain, meskipun ia mengalami kesulitan dalam berkomunikasi. Saat berbicara artikulasinya kurang jelas dan butuh konsentrasi penuh untuk bisa “nyambung” saat berinteraksi.

Karena kemampuan akademis Ozy belum berkembang secara signifikan, eksplore dimulai dari test IQ sekedar untuk melihat kemampuan logika, linguistik dan visual spasialnya. Hasilnya menunjukkan bahwa kemampuan Ozy berada di rata-rata bawah. Dari sana eksplorasi dilanjutkan pada observasi Multiple Intellegences dengan melibatkan orangtua. Akhirnya pihak sekolah menemukan bakat Ozy yakni beternak.
Menurut pengamatan ibunya, Ozy telaten sekali membantu memelihara ayam milik kakeknya. Mulai menjaga para induk saat musim bertelur dan merawat telur telur itu hingga menetas.

Dari sini sekolah pun memberi kesempatan pada Ozy untuk beternak ayam sendiri dengan diberi modal yang cukup untuk membeli dua pasang ayam. Beberapa pekan berselang, Ozy sudah mulai melaporkan hasil ternaknya ke sekolah. Mulai dari jumlah telur yang dihasilkan, berapa yang ditetaskan, sampai untuk apa saja uang hasil penjualan telur digunakan.

Ozy juga belajar Bahasa Indonesia yang baik karena tuntutan untuk menawarkan telur kepada konsumen termasuk para guru. Selain itu, Ozy belajar manajemen keuangan karena dia harus mengatur berapa untuk ditabung dan berapa untuk beli pakan serta berapa yang boleh digunakan untuk jajan.

****

Itulah sekilas kisah Ozy, siswa SD Juara Yogya yang secara akademis kurang bagus, tapi memiliki kemampuan lebih dibidang peternakan. Sebenarnya, setiap anak itu memiliki potensi unik masing-masing, jadi tidak ada yang namanya anak yang bodoh. Yang ada adalah anak yang belum diketahui potensinya. Begitulah Sekolah Juara mendidik siswanya. Sekolah binaan RZ yang kini berjumlah 14 ini menjadikan setiap siswanya yang berasal dari keluarga dhuafa merasa juara dengan potensinya masing-masing.
Mari bantu lebih banyak lagi anak Indonesia untuk berprestasi sesuai potensinya masing-masing.

Rekening donasi : https://www.rumahzakat.org/layanan/via-transfer-atm/

Kegiatan Sekolah

Artikel

 

© Copyright SD JUARA YOGYAKARTA 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com | Redesign by Jendela Keluarga