Blogger Widgets
News Update :

`

`
BERITA TERKINI :

Entri Populer

[Video] Karya Guru SD Juara Jogja : Syahadatain

Kamis, 27 Februari 2014




    Lagu ini di ciptakan oleh ibu Lilik Siswati, guru di Sekolah Dasar Juara Yogyakarta, bertutur tentang rukun islam yang pertama yaitu membaca syahadat, ada dua syahadat yang musti kita sampaikan pada anak-anak, yaitu syahadat tauhid dan syahadat rasul....semoga lagu ini bisa membantu para guru untuk menanamkan tauhid di qolbu para peserta didik ditingkat Play Groub, Taman Kanak-Kanak dan juga Sekolah Dasar...dan menginspirasi para guru untuk berani mencipta lagu sendiri...Amin ya Robb...


    SD Juara Jogja: Memotong Rantai Kemiskinan dengan Pendidikan

    Senin, 24 Februari 2014



    Kemiskinan di Indonesia tak bisa dientaskan begitu saja. Salah satu caranya dengan meningkatkan mutu anak bangsa melalui pendidikan yang layak.

    Sayangnya, biaya pendidikan makin mahal dari tahun ke tahun. Program Bantuan Operational Sekolah (BOS) pun tidak sepenuhnya bisa membuat mereka yang dhuafa menikmati pendidikan dengan layak. Jika hal itu tetap terjadi, sampai kapan pun kebodohan akan terus bersanding dengan kemiskinan.

    Di tengah permasalahan bangsa tersebut, Rumah Zakat hadir membawa harapan bagi kaum dhuafa. Melalui SD Juara, mereka menyediakan pendidikan gratis untuk anak-anak keluarga miskin, termasuk mustahik Rumah Zakat. Salah satunya adalah SD Juara Yogyakarta.

    Konsep Pendidikan SD Juara Yogyakarta

    Tak hanya gratis, pendidikan di SD Juara Yogyakarta bisa dibilang berkualitas. Metode pengajarannya tidak seperti SD konvensional. Di sekolah ini siswa diarahkan untuk berkembang sesuai dengan potensinya.

    Sebagai contoh, siswa bertipe kinestetis (senang bergerak) lebih diarahkan untuk aktivitas fisik, seperti futsal atau pencak silat. Siswa bertipe auditori (pendengar) diarahkan untuk bermusik melalui media perkusi, ensemble, dan sebagainya. Siswa yang bertipe visual akan diarahkan untuk menekuni kegiatan mewarnai dan melukis dan sebagainya.

    Konsep kelas di SD Juara Yogyakarta adalah kelas kecil dengan  dua puluh lima siswa dalam setiap kelas. Hal ini dilakukan agar peran guru lebih optimal dalam memperhatikan perkembangan proses belajar di dalam kelas. Bahkan untuk kelas bawah yaitu kelas 1, 2, dan 3 tidak hanya dipandu oleh satu guru tetapi ada dua guru yang setiap harinya mendampingi anak-anak dalam belajar.

    Hal ini sesuai dengan visi dan misi Sekolah Juara. Adapun visi sekolah juara yaitu referensi dan mitra lembaga pendidikan berkualitas yang memberdayakan. sedangkan misinya adalah mencetak generasi unggul dan juara, berperan aktif dalam menghadirkan pendidikan berkualitas di Indonesia , dan menjadi lembaga pemberdaya pendidikan berkualitasbdi Indonesia.

    Pendidikan Akhlak di SD Juara

    Selain belajar mata pelajaran pada umumnya, siswa di SD Juara juga diarahkan untuk shalat dhuha setiap harinya. Mereka juga belajar mengaji dan menghapal alquran setiap selepas dzuhur, sebelum mereka memulai aktivitas ekstrakurikuler.


    Output yg diharapkan dari proses pengajaran ini adalah siswa yang tak hanya cerdas tapi berakhlak baik. Mereka juga diharapkan terbiasa beribadah secara rutin, baik yang wajib maupun yang sunnah.


    Tak hanya itu mereka pun dibekali dengan kompetensi di bidang wirausaha. Hal ini diterapkan sejak siswa duduk di kelas satu. Pembekalan ini diberikan secara bertahap hingga kelas enam. Tujuan dari program ini adalah agar siswa memiliki mental wirausaha dan kemandirian.

    * Berbagai sumber

    Balita Diajarkan Calistung, Saat SD Potensi Terkena 'Mental Hectic'

    Selasa, 18 Februari 2014


    Anak usia di bawah lima tahun (balita) sebaiknya tak buru-buru diajarkan baca tulis dan hitung (calistung). Jika dipaksa calistung si anak akan terkena 'Mental Hectic'.

    ''Penyakit itu akan merasuki anak tersebut di saat kelas 2 atau 3 Sekolah Dasar (SD). Oleh karena itu jangan bangga bagi Anda atau siapa saja yang memiliki anak usia dua atau tiga tahun sudah bisa membaca dan menulis,'' ujar Sudjarwo, Direktur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Ditjen PNFI Kemendiknas, Sabtu (17/7).

    Oleh karena itu, kata Sudjarwo, pengajaran PAUD akan dikembalikan pada 'qitah'-nya. Kemendiknas mendorong orang tua untuk menjadi konsumen cerdas, terutama dengan memilih sekolah PAUD yang tidak mengajarkan calistung.

    Saat ini banyak orang tua yang terjebak saat memilih sekolah PAUD. Orangtua menganggap sekolah PAUD yang biayanya mahal, fasilitas mewah, dan mengajarkan calistung merupakan sekolah yang baik. ''Padahal tidak begitu, apalagi orang tua memilih sekolah PAUD yang bisa mengajarkan calistung, itu keliru,''  jelas Sudjarwo.

    Sekolah PAUD yang bagus justru sekolah yang memberikan kesempatan pada anak untuk bermain, tanpa membebaninya dengan beban akademik, termasuk calistung.  Dampak memberikan pelajaran calistung pada anak PAUD, menurut Sudjarwo, akan berbahaya bagi anak itu sendiri. ''Bahaya untuk konsumen pendidikan, yaitu anak, terutama dari sisi mental,'' cetusnya.

    Memberikan pelajaran calistung pada anak, menurut Sudjarwo, dapat menghambat pertumbuhan kecerdasan mental. ''Jadi tidak main-main itu, ada namanya 'mental hectic', anak bisa menjadi pemberontak,'' tegas dia.
    Kesalahan ini sering dilakukan oleh orang tua, yang seringkali bangga jika lulus TK anaknya sudah dapat calistung. Untuk itu, Sudjarwo mengatakan, Kemendiknas sedang gencar mensosialisasikan agar PAUD kembali pada fitrahnya. Sedangkan produk payung hukumnya sudah ada, yakni SK Mendiknas No 58/2009. ''SK nya sudah keluar, jadi jangan sembarangan memberikan pelajaran calistung,'' jelasnya.

    Sosialisasi tersebut, kata Sudjarwo, telah dilakukan melalui berbagai pertemuan di tingkat kabupaten dan provinsi.  Maka Sudjarwo sangat berharap pemerintah daerah dapat menindaklanjuti komitmen pusat untuk mengembalikan PAUD pada jalurnya. ''Paling penting pemda dapat melakukan tindak lanjutnya,'' jawab dia.

    Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Srie Agustina, Koordinator Komisi Edukasi dan Komunikasi Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), menyatakan, memilih mensosialisasikan produk pendidikan  merupakan bagian dari fungsi dan tugas BPKN untuk melakukan perlindungan terhadap konsumen. 

    Dalam hal ini, kata Srie, BPKN memprioritaskan sosialisasi pada anak usia dini. Sebab berdasarkan Konvensi Hak Anak, setiap anak memiliki empat hak dasar.  Salah satunya adalah hak untuk mendapatkan perlindungan dalam kerugian dari barang dan produk, termasuk produk pendidikan. ''Untuk itu sejak dini anak dilibatkan, karena di usia itulah pembentukan karakter terjadi,'' papar Srie.

    Namun menurut Srie, mengedukasi tentang sebuah produk harus menggunakan metode khusus.  Tidak dapat berwujud arahan dan larangan, namun dengan cara yang menyenangkan, salah satunya dengan festival mewarnai sebagai salah satu teknik untuk memberikan edukasi. ''Dengan mewarnai, mereka bisa terlibat dan merasa lebur di dalamnya, selain itu dalam gambar yang diwarnai tersebut disisipkan pesan-pesan yang ingin disampaikan,'' pungkasnya.

    Sumber: Republika

    Lomba Menulis Cerita dan Puisi

    Minggu, 16 Februari 2014

    Lomba Menulis Cerita dan Puisi


    Adapun ketentuan event ini adalah:

    •     Peserta adalah WANITA tidak dibatasi usia.
    •     Bergabung dengan group "Annisa" https://www.facebook.com/groups/473972969339090
    •     Berteman dengan facebook Penerbit Asrifa https://www.facebook.com/asrifa.publisher
    •     Like FP Tetesan Embun https://www.facebook.com/pages/Tetesan-Embun/371932012913343
    •     Membagikan info lomba minimal kepada 15 teman facebook, termasuk Penerbit Asrifa dan FP Tetesan Embun.
    •      Isi naskah: berupa cerpen dan puisi anak Islami yang inspiratif dan mendidik.
    •     Naskah adalah karya sendiri dan belum pernah dipublikasikan serta diikutsertakan dalam lomba manapun.
    •     Jenis tulisan: 
         a. )  Cerita Anak Islami
      Naskah diketik 3-4 hlm pada jenis kertas A4, font Times New Roman ukuran 14, spasi 1,5, dengan batas margin 3 cm (1,18 inci)  untuk setiap sisi.
        b. ) Puisi Anak Islami
      Naskah diketik 1 hlm pada jenis kertas A4, font Times New Roman ukuran 14, spasi 1,5, dengan batas margin 3 cm (1,18 inci)  untuk setiap sisi. Panjang puisi tidak lebih dari 1 halaman.
    •  Masing-masing peserta hanya boleh mengirim 1 cerpen anak dan maksimal 2 puisi anak (boleh mengirim 1   cerpen dan 1-2 puisi atau hanya salah satu).
    •  Setiap peserta melampirkan biodata narasi maksimal 50 kata dan wajib mencantumkan akun facebook yang ditulis di bagian akhir naskah (masih dalam satu file tetapi pada halaman terpisah).
    •  Kirim naskah ke: anakislami97@gmail.com dengan dilampirkan (attachment), tidak ditulis di badan email.
    •    Format file dan pengiriman naskah:
      #Untuk Cerita Anak Islami: CAI_Judul Cerpen_Nama Penulis
      #Untuk Puisi Anak Islami: PAI_Judul Puisi_Nama Penulis
    •  Pengiriman naskah dimulai dari tanggal 24 Januari sampai tanggal 22 Februari 2014 pukul 24:00 WIB.
    • Hasil lomba akan diumumkan pada tanggal 12 Maret 2014

    Hadiah Lomba:

    •     Akan dipilih 3 pemenang yang masing-masing akan mendapatkan hadiah berupa voucher penerbitan senilai @Rp 200.000 dan e-sertifikat.
    •     Semua naskah puisi yang terpilih sebagai nominator akan dibukukan dalam bentuk antologi.
    •     Semua tim penulis (nominator) berhak mendapat e-sertifikat dan diskon 15 % apabila membeli buku terbit.


     Lomba Menulis Cerita dan Puisi


     Lomba Menulis ini Gratis

    Ditunggu partisipasinya sahabat sekalian untuk mengikuti Lomba Menulis ini. Mari menebarkan manfaat dan meningkatkan minat baca anak-anak lewat karya.

    Lomba Menulis Artikel Ilmiah 2014 Sekolah PascaSarjana Universitas Pendidikan Indonesia

    Kamis, 06 Februari 2014

    Ketentuan Umum Lomba Menulis Artikel Ilmiah:


    Peserta

    • Peserta yang berhak mengikuti lomba menulis artikel ilmiah adalah para akademisi termasuk guru, dosen, mahasiswa, pascasarjana, dan pemerhati pendidikan.


    Artikel

    • Artikel yang ditulis bertemakan tentang pendidikan termasuk di dalamnya pembelajaran, pendidikan sekolah, pendidikan formal dan informal, pendidikan tinggi dan kejuruan, kebijakan pendidikan dan belajar sepanjang hayat baik teori maupun praktik.
    • Artikel dapat ditulis secara perorangan maupun kelompok.
    • Artikel merupakan pemikiran sendiri dan belum pernah dipublikasikan atau sedang dipertimbangkan untuk dipublikasikan di jurnal manapun.
    • Artikel dibuat dengan sistematika yang terdapat di ketentuan khusus.
    •  


    Peserta yang akan mengikuti lomba menulis artikel cukup dengan mengirimkan artikel ke e-mail publikasi.pasca@gmail.com paling lambat 5 Mei 2014

    Proses Perlombaan
    Semua karya yang masuk akan dinilai secara bertahap.

    Tahap pertama akan dinilai dari aspek kesesuaian dengan pedoman penulisan.

    Tahap kedua akan dinilai secara konten dan isi artikel.

    Artikel yang lolos tahap dua akan dimuat di jurnal yang akan diterbitkan oleh Pusat Pengembangan dan Publikasi Karya Ilmiah Sekolah Pascasarjana UPI dan memperoleh uang tunai sebesar Rp 500.000 (lima ratus ribu rupiah) dan satu eksemplar jurnal yang diterbitkan oleh pusat Pengembangan dan Publikasi Karya Ilmiah hardcopy. 

    Dari seluruh artikel akan dipilih 3 artikel pemenang. Pemenang akan diumumkan pada website Sekolah Pascasarjana UPI pada tanggal 1 Juli 2014 atau dihubungi oleh panitia melalui surat resmi atau via telpon ke masing-masing pemenang pada tanggal 2 Juli 2014.

    Pemenang I, II, III akan memperoleh piagam penghargaan dan uang tunai sebagai berikut:

    1. Juara I: Rp 5.000.000,-
    2. Juara II: Rp 3.000.000,-
    3. Juara III: Rp 2.000.000,-
     (klik gambar untuk memperbesar poster)
    Lomba Menulis




    Ketentuan Penulisan artikel dapat diunduh di sini


    Alamat:
    Jalan Dr. Setiabudhi nomor 229 Bandung 40154
    No. Telepon: 022 – 2001197, 2002320
    No. Faksimili: 022 – 2005090
    e-mail: pascasarjana@upi.edu


    selengkapnya di: 

    14 Sekolah Juara Siap Terima 425 Yatim Dhuafa


    Menjelang tahun ajaran baru 2014/2015, 14 Sekolah Juara yang berada di bawah RZ (Rumah Zakat) menerima 425 siswa baru yang berasal dari keluarga kurang mampu.

    Para siswa yang mendaftar ke Sekolah Juara akan melalui serangkaian tes terlebih dahulu. Tujuannya untuk mengetahui potensi dari setiap anak yang mendaftar ke Sekolah Juara.

    “Karena Sekolah Juara berbasis Multiple Intelligences maka kami perlu mengetahui potensi masing-masing anak, sehingga cara memperlakukan mereka bisa disesuaikan,” tutur Chief Program Officer RZ Heny Widiastuti, Selasa (4/2).

    Selain itu Heny pun menuturkan bahwa Sekolah Juara juga mengadakan tes dengan mendatangi tempat tinggal calon siswa. Hal tersebut untuk memastikan apakah mereka memang berhak menerima bantuan pendidikan gratis di Sekolah Juara. “Hanya yang berasal dari keluarga kurang mampu lah yang bisa sekolah di sini,” ujarnya.

    Sekolah Juara berupaya untuk mencetak siswa yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlaq baik. Konsep kelas yang diusung Sekolah Juara adalah kelas kecil dengan siswa 25 orang per kelas. Metode ini diterapkan agar peran guru menjadi lebih optimal dalam mengamati perkembangan setiap siswanya.

    “Di sekolah ini kami membiasakan siswa untuk Shalat Dhuha setiap hari. Siswa pun rutin mendapat pelajaran membaca dan menghafal Al Quran setelah Shalat Zhuhur, sebelum memulai aktivitas ekstrakurikuler. Mereka diharapkan terbiasa beribadah secara rutin, baik yang wajib maupun sunah,” jelas Heny.

    Tidak hanya itu, siswa Sekolah Juara juga dibekali dengan kompetensi untuk berwirausaha. “Secara berkala siswa mengadakan market day. Saat market day ini, siswa praktek berwirausaha. Mulai dari mengelola barang jualan, mengelola uang hingga merancang strategi agar barang dagangannya laku terjual,” ujar Darwati, pengajar Sekolah Juara Surabaya.

    Di tahun ke-7 ini, jumlah Sekolah Juara telah mencapai 14 sekolah yang tersebar di 11 kota dan kabupaten dan mendidik 19.924 yatim dhuafa. Dan di tahun 2013, sebanyak 294 siswanya berprestasi di luar sekolah. “Sekolah Juara membuka pendaftaran dari tanggal 3 Februari hingga 14 Maret 2014. Semoga buah sinergi antara donatur dan RZ ini berhasil menciptakan generasi yang unggul untuk Indonesia,” ujar Heny. (RZ/sbb/dakwatuna)

    Lomba Menulis Artikel-3 Nasional tahun 2014 tentang ABK, PLK dan Pensif

    Rabu, 05 Februari 2014


    Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Pendidikan Dasar (Dit.PPK-LK Dikdas) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) untuk ketiga kalinya mengadakan"Lomba Menulis Artikel Nasional tahun 2014" tentang Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), Pendidikan Layanan Khusus (PLK) dan Pendidikan Inklusif (Pensif) yang ditujukan kepada wartawan (cetak/ online/ elektronik), pelajar/mahasiswa dan masyarakat umum.

    KRITERIA PENILAIAN 
    Karya jurnalistik akan dinilai berdasarkan kriteria: 
    1. Muatan Inspirasi (Inspiratif)
    2. Objektivitas dan keberimbangan 
    3. Kedalaman dan kelengkapan 
    4. Akurasi 
    5. Cara penyampaian 

    PETUNJUK TEKNIS, SYARAT dan KETENTUAN PENGIRIMAN:
    Seluruh karya tulisan pelajar/mahasiswa, wartawan dan masyarakat umum berupa artikel/opini/feature maupun "berita-feature" (berita berkisah, dan bukan berita biasa) telah termuat di media cetak (koran/ tabloid/ majalah) di daerahnya masing-masing pada periode terbit/tayangan Januari 2013 hingga Juni 2014.
    Karya penulisan bisa dikirim 1-15 (satu hingga lima belas) judul naskah. Namun juri hanya mengambil salah satu karya naskah terbaik dari masing-masing peserta lomba.
    Karya tulis yang dimuat di media massa tersebut merupakan copy lengkap guntingan kliping, berikut copy nama media penerbit, halaman terbitan dan tanggal terbitan dengan rapi dan jelas terbaca, hal ini sebagai bukti karya penulisan peserta yang telah dimuat di media massa. 
    Sedangkan peserta yang memiliki artikel/opini/feature yang belum pernah dimuat/ belum sempat dimuat di media lokal, bisa mengirimkan karyanya kepada panitia namun tetap orisinil dan bukan jiplakan tulisan milik orang lain. Hanya saja, bagi peserta yang naskahnya termuat di media cetak lokal atau nasional dengan mengirimkan bukti klipingan media tersebut maka akan memperoleh point plus 10 langsung oleh dewan juri. 
    Setiap peserta wajib mengirim salinan karya penulisan tersebut berupa file teks microsoft word. Masing-masing karya penulisan mencantumkan pada bagian atas judul naskah, berupa: 
    Ø  nama media massa yang menayangkan naskah tsb,
    Ø  tanggal terbitan media cetak/ tayangan pada media online,
    Ø  halaman yang memuat naskah tersebut,
    Ø  nama penulis/peserta,
    Ø  profesi kini,
    Ø  nama institusi bekerja/ lembaga yang sedang beraktivitas,
    Ø  email penulis/peserta,
    Ø  nomer ponsel penulis/peserta,
    Ø  nama bank, cabang, nomor rekening bank anda (kesalahan mencantumkan nomor rekening bank dan nama bank, merupakan tanggung jawab peserta itu sendiri)
    Salinan naskah-naskah tersebut disimpan ke dalam CD, dan kirim ke panitia lomba bersama copy guntingan kliping(tidak perlu kliping asli) ke dalam amplop coklat (ukuran A4/ F4/ Folio). Sementara untuk naskah yang ditayangan di media online, maka naskahnya cukup di-print sesuai dengan halaman media online tersebut.
    Di dalam amplop tersebut, peserta melampirkan pula 1 lembar pas foto ukuran 4x6 cm, 1 fotokopi/scan KTP/pelajar, dan/atau 1 fotokopi kartu pers.
        Karya jurnalistik dikirim cap pos atau mengirim langsung mulai 1-15 Juli 2014 dengan amplop coklat (ukuran A4/ F4/ Folio) yang mencantumkan pada bagian kiri  LOMBA TULIS PK-PLK 2014.
    Alamat pengiriman (klik): 

    HADIAH:
    Ø  Juara I : Rp. 8.000.000 dan 1 buah laptop 
    Ø  Juara II : Rp. 7.000.000 
    Ø  Juara III : Rp. 5.000.000 
    Ø  6 Tulisan Favorit masing-masing : Rp. 1.000.000
    seluruh hadiah dipotong pajak 
    Nama pemenang akan diumumkan pada website www.pk-plk.com, para pemenang juara pertama, kedua, dan ketiga akan diundang pada acara Gebyar Lomba PK-PLK Pendidikan Dasar untuk penyerahan hadiah pada pertengahan bulan November 2014. Hasil penulisan terbaik akan diarsipkan secara online; dibukukan; ataupun diterbitkan di media Dit.PPK-LK Dikdas Kemdikbud.
    Sumber:

    Kegiatan Sekolah

    Artikel

     

    © Copyright SD JUARA YOGYAKARTA 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com | Redesign by Jendela Keluarga