Blogger Widgets
News Update :

`

`

PEMBELAJARAN IPA SESEGAR EUSTACHIUS ( ES THE CIUS )

Minggu, 05 Januari 2014

Karya Siti Khotimatul Mahmudah,S.Si.

Pendidik di SD Juara Jogjakarta


Kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru salah satunya adalah bagaimana ia memahami karakter dan keanekaragaman dari peserta didik. Sebuah tantangan yang luar biasa untuk bisa mengadakan pembelajaran yang kreatif dengan keberagaman tersebut. Keanekaragaman tersebut antara lain latar belakang keluarga, agama, pola asuh, bahasa ,lingkungan tempat tinggal dan lain sebagainya. Tetapi penulis tidak akan membahas semua itu .Penulis hanya mengambil salah satu keragaman yang dimiliki oleh peserta didik  yaitu adanya berbagai macam kecerdasan (Multiple Intelligence ).

 Dr. Howard Gadrner  mengungkapkan ada beberapa kecerdasan yang dimiliki oleh manusia yaitu   :
1     .      Kecerdasan linguistik
2     .      Kecerdasan visual spasial
3     .      Kecerdasan natural
4     .      Kecerdasan  kinestetis
5     .      Kecerdasan logis matematis
6     .      Kecerdasan interpersonal
7     .      Kecerdasan intrapersonal
Setiap peserta didik pasti memiliki satu  jenis kecerdasan bahkan bisa lebih sehingga  dengan berbekal kecerdasan yang dimiliki tersebut guru bisa merancang pembelajaran yang menyenangkan. Salah satu contoh pembelajaran yang penulis lakukan di SD Juara Jogjakarta adalah belajar Ilmu Pengetahuan Alam  tentang bagian telinga manusia dengan menggunakan  penggabuangan metode menggambar dan  bercerita dengan asoasiasi.  Asosisi ini dimaksudkan peserta didik mengupamakan bagian telinga dengan benda lain yang sudah dikenal dan lebih familier dalam kehidupan sehari – hari.
Belajar Ilmu Pengetahuan Alam biasanya  identik dengan materi yang susah karena harus menghafal kata - kata yang biasanya jarang didengar dan menggunakan bahasa ilmiah. Contoh : eustachius, bronkiolus, alveolus, sanggurdi , martil dan lain- lain.
            Materi pembelajaran kali ini adalah tentang bagian-bagian telinga . Guru menuliskan bagian - bagian telinga di papan tulis secara lengkap kemudian peserta didik secara berkelompok menggambarkan bagian tersebut sesuai dengan imajinasi mereka.  Pembagian kelompok dengan cara siswa secara acak mengambil kartu pengenal yang berbeda warna yang didalam kartu tersebut ada nama kelompoknya. Kelompok ini dibagi menjadi tiga sesuai dengan judul yaitu kelompok ES ,kelompok THE dan kelompok CIUS. Pembagian kelompok ini akan sangat menyenangkan untuk anak yang kinestetis karena ia bisa bergerak bebas dan mencari tempat yang ia sukai untuk mengerjakan tugasnya.Kerja kelompok ini akan semakin  menyenangkan  dan menumbuhkan semangat bersaing karena kelompok yang kompak dan bagus karyanya akan mendapatkan hadiah special dari guru .  Hadiah ini bisa diberikan ke semua kelompok dengan cara menentukan juara dengan kategori yang berbeda,misalnya juara kelompok paling kompak, juara hasil gambar yang paling bagus dan lain sebagainya. Imajinasi peserta didik ternyata luar biasa. Daun telinga mereka gambar dengan mengasoasiasikan  gambar daun dan telinga, lubang telinga di gambar lingkaran dan semut , rumah siput di gambar rumah yang berbentuk siput dan gendang telinga digambar gendang  dan telinga. Untuk detail contoh gambar bisa di lihat di foto.
Dari pengamatan penulis peserta didik yang mempunyai kecerdasan intra personal akan segera mengorganisir temannya yang lain untuk berbagi tugas. Ada yang tugasnya menggambar (visual spasial), ada yang tugasnya menulis, ada yang mewarnai bahkan ada yang khusus memilihkan warna untuk mewarnai gambar tersebut.  Peserta didik  logis matematis biasanya yang punya ide kretif apa yang sebaiknya digambar. Contohnya   apa yang dilakuakan peserta didik  yang bernama Eka Putri bagian telinga yang bernama sakulus dan utrikulus digambarkan dengan SAKU ( di dalamnya ada tanda + ) dan  seorang putri bermahkota dengan tanda   (+).
Setelah selesai menggambar setiap kelompok akan maju menunjukakan hasil karya dengan cara setiap peserta didik memegang satu gambar sambil meneriakkan nama bagian telinga yang ia pegang. Kemudian peserta didik yang lain menirukan nama bagian telinga yang diteriakakan tadi,sehingga dengan begitu secara tidak langsung siswa menghafalkan nama bagian – bagian  telinga. Cara ini sangat efektif untuk siswa yang metode belajarnya dengan cara auditory dan visual.
Untuk metode bercerita peserta didik yang bernama Raja  menceritakan bagian – bagian telinga dengan cara asosiasi .Contoh ceritanya sebagai berikut : “ ada daun berbentuk telinga  yang ber lubang  menuju saluaran  yang didalamnya ada tabuhan gendang  tersedia  eustachius ( dibaca Es The Chius) . Tulang pendengaran kita setajam martil ( palu) , sekuat landasan ( pesawat) dan selembut sampur (sangkurdi). Telinga dalam ada bangunan bertingkap (tingkat) berbentuk jorong dan bundar yang didalamnya ada 3 saluran setengah lingkaran  berisi rumah siput.
Bagian – bagian telinga yang diceritakan dengan diasosiasikan benda yang sering di lihat peserta didik akan lebih mudah diingat  dari pada hanya menghafal katanya saja tanpa ada variasi metode. Urutan bagian telinga yang benar adalah sebagai berikut: daun telinga, lubang telinga,saluran telinga, gendang telinga,eustachius,tulang pendengaran yang terdiri dari (martil,landasan,sangkurdi), telinga dalam yang terdiri dari ( tingkap jorong, tingkap bundar atau sakulus dan utrikulus dan rumah siput).
Beberapa peserta didik mengaku lebih mudah menghafal. Raka berkata,” melihat gambarnya saja aku langsung ingat nama bagian telinganya. Peserta didik yang bernama Raja yang suka sekali bercerita mengatakan untuk mengingat bagian telinga ia akan mengingat apa yang telah ia ceritakan sehingga ia berhasil menyebutkan bagian telinga dengan lengkap dan benar. Metode bercerita akan lebih efektif lagi dengan cara kita mengemas cerita itu dengan kata yang dilebih –  lebihkan dan disertai dengan gerakan tangan atau bahasa tubuh. Misalnya kata untuk mengingat kata tomat dan gorilla dibuat kata yang dilebih –lebihkan dengan kata tomat sebesar gorilla atau tomat makan gorilla.  Nama organ tiga saluran setengah lingkaran bisa dengan menggerakkan jari sejumlah tiga dan meliukkan tangan kemudian tangan membentuk setengah lingkaran.
Contoh bercerita ini pernah dilakukan juga oleh kelas lima yang menghafalkan organ pernafasan pada manusia. Cerita bermula dari hidung berambut gondrong  kemudian di tekak ( tangan memperagakan seperti orang di tekak), ada tenggo memakai rok an  sehingga  bercabanglah tengorokan,yang berwarna brown bertebaran kiolus (pilus) dan berakhir di pentas Alve yang penuh fulus. Bagian organ pernafasan yang sebenrnya adalah hidung, rambut, tekak, tenggorokan, cabang tenggorokan, bronkiolus dan alveolus.
Demikian proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam yang penulis lakukan di SD Juara Jogjakarta. Masih banyak kekurangan tetapi semoga ini menambah inspirasi kita semua untuk selalu melakukan pembaharuan dan kreasi dalam proses pembelajaran  sehingga peserta didik akan semakin termotivasi untuk belajar. Sangat penulis sayangkan jika sebagai seorang pendidik belum mau mencoba berbagai terobosan baru atau metode yang dianggap paling tepat untuk mengakomodir keberagaman peserta didik. Berani mencoba dan terus mencoba adalah salah satu cara yang tepat  untuk kita bisa menemukan metode yang efektif dalam proses pembelajaran karena setiap sekolah peserta didiknya mempunyai karakteristik dan  jenis keberagaman yang berbeda.  Untuk siswa yang memiliki kecerdasan musikal belum terakomodir dalam pembelajaran ini karena peserta didik yang biasanya suka menyanyi sedang sakit  dan penulispun belum menemuka metode yang sesuai . Sebagai kata penutup perkenankan penulis cuplikan beberapa pantun karya Naya ( peserta didik kelas 4 yang paling jago membuat pantun) tentang bagian – bagian telinga. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua. Aamiin.

Pantun Bagian Telinga
Karya Henestatri Wiritanaya
Mau naik ke lantai dua
Haruslah naik tangga
Telinga punya bagian ke dua
Namanya lubang telinga
Mampir ke warung makan sop iga
Walaupu enak tapi mahal harga
Telinga pastilah punya bagian ke tiga
Namanya saluran telinga
Pergi berlayar ke tengah laut
Tidak lupa bawa es the dan jus
Ada bagian yang menghubungkan telinga dengan mulut
Itulah  saluran eustachius
Ibu memasak di atas papan
Sedang memasak telur dadar
Bagian telinga yang ke delapan
Namanya adalah tingkap bundar
Ada anak melihat burung pelikan
Burungnya lagi makan ikan
Ada bagian telinga yang ke sembilan

Yaitu tiga saluran setengah lingkaran
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 

© Copyright SD JUARA YOGYAKARTA 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com | Redesign by Jendela Keluarga