Blogger Widgets
News Update :

`

`
BERITA TERKINI :

Entri Populer

Guru Itu....

Kamis, 28 Februari 2013



GURU Itu...


Guru yang baik saat mengajar bukan soal sifat si guru tersebut tapi soal kemampuan mengatur irama pembelajaran. Guru bukan hanya golongan ulama. Namun, orang yang mau mengajarkan dan membelajarkan ilmu. Seorang guru tidak cukup hanya ia mampu membuat peserta didiknya mendapat nilai 100, tetapi ia juga mempunyai karakter atau akhlak yang baik, guru yang profetik.
Guru adalah profesi, dan tentunya profesionalitas guru sangat berkaitan dengan unsur manajemen kerja guru. Dan hal yang harus dicari solusinya apakah semua guru telah mempunyai kemauan yang kuat untuk terus belajar? Munif Chatib (2010: 29) memaparkan guru harus mempunyai kompetensi profesional yakni penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam sehingga guru dapat membimbing siswa memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan.
Rumus menjadi guru yang profesional dan islami 6A dan 5C.

6 Action, meliputi:
  1. merancang lesson plan kreatif dan media edukatif,
  2. masuk kelas lebih awal, dalam keadaan fresh sudah berwudlu,
  3. menebar 5S dan sampaikan apersepsi,
  4. menerapkan multiple intelligences,
  5. melakukan Ice breaking efektif dan kreatif,
  6. mengevaluasi di setiap akhir pembelajaran.
5  Charakter yang meliputi:
1        .      Aqidah lurus
2        .      Ibadah benar
3        .      Akhlak karimah yaitu: rendah hati, pandai manajemen waktu, menghargai proses
4        .      Wawasan  terbuka
5        .      Percaya diri

  By. Suranti

PARENTING SCHOOL DI SD JUARA YOGYAKARTA

Selasa, 19 Februari 2013




YOGYAKARTA. Cuaca mendung dan gerimis menyelimuti Kota Yogyakarta, namun hujan tidak menyurutkan semangat orangtua siswa SD Juara Yogyakarta untuk menghadiri Parenting School yang dilaksanakan di masjid depan sekolah, Selasa (20/3).

Nampak beberapa ibu bahkan membawa anak-anaknya yang masih balita untuk turut serta menimba ilmu dari forum bulanan ini. Mereka menyempatkan diri di sela-sela kesibukan bekerja dan mengurus rumah untuk hadir di sini, karena dalam pertemuan ini sangatlah istimewa dengan menghadirkan narasumber yang luar biasa.

Pada Maret ini SD Juara Yogyakarta menghadirkan Muhammad Fatan Ariful Ulum atau lebih dikenal dengan nama panggung "FATAN FANTASTIK". Penulis beberapa buku motivasi belajar di antaranya adalah "Bikin Belajar Selezat Coklat" dan "Yes, Ujianku Sukses".Parenting School edisi ini mengambil tema "Bikin Belajar Selezat Coklat for Parents". Mengenai bagaimana cara-cara orangtua menumbuhkan minat dan kesenangan anak terhadap belajar dan membaca.

Ada 3 tips mendasar yang dibagikan oleh Fatan kepada para peserta yaitu; 1. Berikan contoh pada anak terkait budaya membaca, 2. Cium kening anak setiap akan tidur dan sebelum anak berangkat sekolah, 3. Doakan anak-anak kita karena Allah-lah pemilik hati manusia. Para orang tua antusias mengikuti materi ini, beberapa orang tua nampak bertanya untuk mengkonsultasikan pola belajar putra-putrinya beserta solusi yang terbaik yang dapat dilakukan.***

Newsroom/Yulifia Kurnia Putri
Yogyakart
a

SD Juara Yogyakarta Peringati Hari Gizi Nasional


Yogyakarta — Memperingati Hari Gizi Nasional 2013 yang diperingati setiap 25 Januari, Program Kesehatan Rumah Zakat  menggelar kegiatan Siaga Sehat dan Gizi untuk anak SD Juara Yogyakarta (25/1) . Sebanyak 92 siswa SD Juara antusias mengikuti acara ini.
Acara ini merupakan kegiatan sosial berupa pemeriksaan kesehatan dan gizi untuk seluruh anak SD Juara, pemberian edukasi gizi dan pemberian makanan tambahan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan gizi anak sekolah, dan memberi edukasi mengenai jajan yang sehat. Selain itu pemeriksaan kesehatan anak berfungsi sebagai ceck up berkala untuk mengetahui status kesehatan dan gizi siswa SD Juara.
 “Siswa SD Juara sangat senang dengan kegiatan menyambut hari gizi tersebut, dan harapannya program siaga sehat dan pemberian makanan tambahan untuk siswa SD Juara dapat dilaksanakan reguler” kata Ratna Kusuma, Program Head Kesehatan Rumah Zakat saat ditemui di sela acara tersebut. By. Dwi Endah (Kotajogja.com)

KETERBATASAN DANA BUKAN PENGHALANG ; SD Juara, Solusi Siswa Kurang Mampu


YOGYA (KR) - Keterbatasan dana tidak bisa dijadikan alasan bagi seseorang untuk berprestasi. Apalagi di era globalisasi seperti sekarang perhatian pemerintah dan pihak swasta terhadap persoalan pendidikan sudah cukup bagus. Konsekuensinya, semua itu harus diimbangi dengan keseriusan dan kerja keras untuk meningkatkan kualitas diri.


“Saat ini pemerintah kota (pemkot) terus berusaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan hal itu tidak hanya berlaku bagi sekolah negeri tapi juga swasta. Oleh karena itu saya sangat mendukung adanya SD juara ini yang baru pertama kali didirikan di Yogyakarta. Karena kesempatan untuk belajar menjadi semakin terbuka lebar,” kata Kepala Dinas Pendidikan Propinsi DIY, Drs Syamsury MM seusai acara launching SD Juara unit Yogyakarta yang diselenggarakan oleh Rumah Zakat Indonesia bekerja sama dengan Yayasan Al Hidayah di Kompleks Masjid Al Hidayah, Selasa (28/7).

Selain Branch Manager Rumah Zakat Indonesia cabang Yogyakarta, Awal Purnomo ST kegiatan tersebut juga dihadiri oleh pengurus Yayasan Al Hidayah Kalam Suwito serta beberapa muspika setempat.
Syamsury mengatakan, ketatnya persaingan dalam dunia pendidikan secara tidak langsung menjadikan orang tua semakin selektif dalam menentukan tempat studi. Fenomena tersebut secara tidak langsung menjadi tantangan tersendiri bagi sekolah untuk meningkatkan kualitas diri.

“Saat ini kualitas sekolah swasta tidak jauh berbeda dengan negeri. Memang sampai awal tahun ajaran di mulai masih ada sekolah swasta yang mengeluh kekurangan siswa tapi bukan berarti, harus rendah diri. Sebaliknya harus terus berusaha untuk menjadi yang lebih baik,” katanya.
Komentar serupa juga diungkapkan oleh pengurus Yayasan Al Hidayah Kalam Suwito. Menurutnya, kesuksesan pendidikan merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Untuk itu pihaknya sangat mendukung upaya dari Rumah Zakat Indonesia dalam mewujudkan pendidikan murah (gratis). Sehingga bisa membantu pemerintah dalam mengentaskan orang yang tidak mampu menjadi berguna.
“Keberadaan SD Juara ini cukup membanggakan bagi Kota Yogyakarta karena baru pertama kali didirikan. Saya berharap semua pihak bisa terlibat aktif dalam memelihara fasilitas dan menyukseskan proses pembelajaran di SD ini,” ungkap Kalam.

Kepala SD Juara Budi Hadiastuti SPd menambahkan, SD juara sengaja menerapkan konsep kelas kecil dengan jumlah siswa maksimal 25 anak. Sekolah ini dikhususkan bagi kalangan kurang mampu atau mustahik di Rumah Zakat Indonesia. Bahkan supaya tidak menggangu konsentrasi belajar, siswa dibebaskan dari berbagai iuran, sebaliknya mendapatkan sejumlah fasilitas SPP dan uang pembangunan gratis.
“Tahun ini SD Juara akan didirikan di Jakarta Selatan, Yogyakarta, Medan dan Surabaya. Mengingat keberadaan sekolah ini sengaja diperuntukkan bagi siswa kurang mampu, saya mengajak pada anggota masyarakat untuk berperan aktif,” tambah Budi. (Ria)-f

Kegiatan Sekolah

Artikel

 

© Copyright SD JUARA YOGYAKARTA 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com | Redesign by Jendela Keluarga