Blogger Widgets
News Update :

`

`
BERITA TERKINI :

Entri Populer

Festival Permainan Tradisional Ala Kelas Tiga

Kamis, 19 April 2018

Yogyakarta. Semangat untuk memperkenalkan permainan tradisional masih terasa kental diantara siswa kelas tiga. Setelah sebelumnya mereka yang bermain, kini saatnya mereka sebagai tim penyelenggara untuk mengenalkan permainan tradisional kepada adik kelasnya yaitu kelas satu dan kelas dua, yang di rangkai dalam satu tema “Fetival Permainan Tradisional SD Juara Yogyakarta”.

Festival yang disambut meriah oleh siswa kelas 1 dan 2 ini berlangsung pada hari rabu (18/04/2018) pukul 09.30 hingga pukul 11.00 WIB, dan dimulai dengan pembacaan tilawah, sambutan serta pembagian kelompok oleh siswa kelas tiga. Adapun macam perlombaan, diantaranya lomba lari kelereng, memasukkan paku kedalam botol, lompat tali, bakiak, dakon, engklek dan catur.

Semangat serta keceriaan pun masih nampak terlihat di antara teriknya panas matahari yang semakin meninggi. Permainan pun selesai, saatnya penangung jawab penyelenggara festival maju kedepan panggung mengumumkan hasil perlombaan dan membagikan hadiah berupa voucer gratis jajan dikantin seharga 2.000,-


Ujian Praktik IPA Kelas 6

Selasa, 17 April 2018

Yogyakarta, sebanyak 21 siswa kelas 6 SD juara Yogyakarta telah mengikuti ujian praktik IPA Selasa (17/04/2018) lalu. Ujian praktik yang di pandu oleh Bu khotim dan Bu Ranti ini dimulai dari pukul 08.00 hingga menjelang adzan Dzuhur. Adapun yang diujikan diantaranya pertama, siswa praktik menyusun rangka tubuh manusia dan setelah terbentuk menjadi rangka tubuh, siswa pun diminta untuk menyebutkan minimal 4 fungsi rangka manusia. Kami, siswa praktik mengelompokkan jenis makanan karbohidrat, protein, vitamin, dan lemak. Ketiga, siswa diminta membuat kincir angin dari kertas lipat dan terakhir siswa praktik mencangkok.
"Alhamdulillah, praktik pembelajaran IPA ini berjalan dengan lancar, namun masih ada beberapa siswa yang tampak kesulitan saat mengikuti praktik ujian ini".kata Bu Ranti salah satu pengawas ujian praktik IPA.
Sementara itu, masih ada tiga siswa yang akan mengikuti ujian praktik IPA susulan karena tidak mengikuti ujian praktik IPA Selasa kemarin.

TPM Silang kelas 6

Minggu, 15 April 2018

Yogyakarta, Siswa kelas enam telah selesai mengikuti tes pendalaman materi / TPM silang selama tiga hari yaitu selasa,Rabu dan Kamis pekan lalu. Adapun mata pelajaran yang di ujikan diantaranya Bahasa Indonesia, Matematika dan IPA.
TPM silang ini merupakan simulasi dari USBN yang akan mereka ikuti pada awal bulan mei mendatang, dengan pengawas dari luar. Selama TPM ini berlangsung, siswa kelas 1 diliburkan tiga hari, dan siswa kelas 2-5 mendapat libur sehari, serta mengikuti pembelajaran di luar.
Bapak Bangun sebagai wali kelas enam menyampaikan bahwa masih banyak siswa yang masih bingung dan salah mengisi kolom data diri di LJK,serta masih ada siswa yang tidak membawa pensil 2B saat ujian,padahal sudah di sosialisasikan sebelum TPM silang ini berlangsung.
"Mudah-mudahan saat USBN berlangsung tidak lagi ada siswa yang lupa membawa pensil 2B" ujarnya.

Siswa Kelas Lima SD Juara Yogyakarta Membuat Siomay

Jumat, 13 April 2018

Yogyakarta, siomay merupakan salah satu makanan yang sangat digemari oleh semua orang. Makanan yang berasal dari mongolia Dalam ini makin marak di indonesia. Di Indonesia sendiri makanan siomay telah berinovasi dengan varian rasa, seperti udang, ikan, maupun daging ayam.

Tak ada salahnya belajar pembuatan siomay ala negara indonesia, sama seperti kelas lima yang tengah membuat siomay di salah satu kedai makanan siomay milik pak Harri (12/04/2018) yang beralamt di jalan soka no 26 cileban umbul harjo serta telah memiliki sertifikat halal dari MUI.

Sebelum membuat siomay, terlebih dahulu para siswa mendengar sosialisasi proses pembuatan siomay dari salah satu karyawan yang bekerja dikedai tersebut. Pengolahan siomay dikedai ini dilakukan sendiri karena untuk menjamin kebersihan dan kehalalan siomay. Sosialisasi pun selesai, dan saatnya siswa mencoba membuat siomay. Setelah pembuatan siomay selesai, siswa pun mendaptkan 1 bungkus siomay yang lengkap dengan bumbu serta lainnya.

“enak bu siomaynya, ternyata gag terlalu sulit juga ya bikin siomay” ucap Ahim salah satu siswa yang mengikuti proses pembuatan siomay.

Parenting School : Peran Orang Tua dalam pengawasan dan bahaya gadget untuk anak

Kamis, 05 April 2018

Yogyakarta, 5 April 2018 parenting school merupakan kegiatan rutin di SD Juara yang dilaksanakan pada hari kamis di setiap awal bulan. Dengan adanya parenting school ini para orang tua dapat memperoleh pengetahuan baru baik seputar pendidikan anak, informasi dari sekolah maupun sebagai wadah silahturahmi antara orang tua siswa yang satu dengan orang tua siswa yang lainya. Pada parenting School kali ini SD Juara mengangkat tema “Peran Orang Tua dalam pengawasan dan bahaya gadget untuk anak”, dengan menghadirkan narasumber Ustd. Munif Tauhid,S.Psi, psikolog sekaligus pengasuh Sajada dan Sasisoma Geronimo FM.

Beliau menyampaikan bahwa saat ini banyak sekali orang tua yang membiarkan putra-putrinya bermain gadget, tidak tangung-tangung seharian pun diizinkan kepada anak tersebut untuk bermain gadget, bahkan gadget menjadi solusi untuk anak yang rewel saat ibunya sedang mengikuti arisan ataupun pengajian.

“Kalau menurut penelitian anak diberikan gadget usia baligh sekitar usia-usia SMP, dan hanya diberikan waktu dua jam saja untuk diperbolehkan bermain gadget, selebihnya tidak boleh” ungkapnya.

Selain itu beliau menambahkan era yang akan datang akan tumbuh profesi-profesi baru yang berhubungan dengan dunia internet, jadi tidak memerlukan seragam kerja lagi, cukup bekerja dirumah membuka kantor sendiri, semisal pembuat web yang hanya cukup bekerja dirumah melayani konsumennya lewat internet.

Lebih lanjut lagi beliau menyampaikan untuk berhati-hati bagi para suami istri, banyak perceraian disebabkan karena selingkuh yang berawal dari foto selfi yang diungah dimedsos lewat gadget, terlebih para istri yang suka foto selfie, kecantikan seorang istri hanya boleh dinampakkan untuk suaminya saja, wanita telah menikah hukumnya haram ber foto selfie dan mengungahnya ke medsos.

"Anak kita tidak lahir di zaman yang sama dengan kita, mereka lahir di zaman era digital, jadi solusinya boleh diberikan gadget tapi di batasi pemakaiannya, hanya 2 jam dan diberi pilihan serta didampingi"ujarnya.



Memahami Sejarah Melalui Drama

Yogyakarta, siang itu di ruang kelas lima SD Juara Yogyakarta nampak berbeda dari biasanya. Terlihat didalam kelas tersebut beberapa siswa ada yang memakai peci, memakai pakaian tradisional dan membawa bendera merah putih, serta tampak ada salah satu siswa membaca di selembar kertas yang tergengam ditangannya. Sedangkan siswa yang lainnya tampak tengah menonton adegan dari teman lainnya. Ekspresi mereka pun bermacam-macam ada yang sangat serius bahkan ada yang tersenyum sekaligus tertawa melihat adegan didepan mata mereka.

Bermain peran, itulah yang tengah mereka lakukan. Kegiatan (03/04/18) ini diikuti oleh 25 siswa kelas lima dengan memerankan perannya masing-masing sebagi tokoh dalam peristiwa rengasdengklok. Dimana rengasdengklok merupakan salah satu nama kota kecil di jawa barat yang merupakan bagian dari sejarah proklamasi.

Bu Khotim sebagai wali kelas lima mengatakan, melalui kegiatan bermain peran ini siswa diharapkan lebih menjiwai peristiwa sejarah karena seolah-olah mereka menjadi pelaku sejarah dan dengan bermain peran dapat mengurangi kejenuhan siswa terhadap pelajaran serta memudahkan siswa untuk mengingat pelajaran tersebut”.

Siswa Kelas 5 Belajar Ke Mesium Verdeburg

Kamis, 29 Maret 2018

Hari Jum'at tanggal 23 Maret 2018 siswa kelas 5 SD Juara Jogjakarta mengadakan pembelajaraan dilur kelas. Sumber belajar kali ini adalah mesium Vendeerbugh yang berada di pusat kota Jogjakarta. Pembelajaraan tema kali ini tentang peristiwa dalam kehidupan subtema Peristiwa Kebangsaan Seputar Proklamasi Kemerdeaan Indonesia. Sepertibiasa pembelajaraan dimulai dengan asmaul husna ,sholat dhuha dan tahfid di mushola kompleks mesium. Kemudian seluruh siswa masuk kedalam ruang pengenalan, dimana dalam ruangan tersebub siswa diputrakan film tentang sejarah berdirinya mesium vendeerburgh. Pembelajaraan selanjutnya siswa memasuki ruang Doirama yang berjumlah 4 ruang secara bergantuan. Di dalam ruang diorama inilah bercerita tentang sejarah perjuangan bangsa Indonesia dari masa sebelum merdeka ,saat merdeka dan pasca kemerdekaan. Dengan melihat gambaran yang berbentuk replika diharapkan siswa memiliki pemahaman yang utuh dan nyata bukan hanya sekedar imajinasi saja. Diharapkan melalui pembelajaraan kali ini siswa dapat menpunyai sikap menghargai jasa para pahlawan dan sadar akan posisinya sebagai penerus bangsa yang memikul tanggung jawab terhadap maju mundurnya bangsa ini.

Kegiatan Sekolah

Artikel

 

© Copyright SD JUARA YOGYAKARTA 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com | Redesign by Jendela Keluarga